Situasi pasca blokade UGD RSUD Teluk Wondama. Foto : CAHAYAPAPUA.com |Adlu Raharusun

UGD RSUD Teluk Wondama Sempat Diblokade

WONDAMA,CAHAYAPAPUA.com– Puluhan tenaga kesehatan RSUD Kabupaten Teluk Wondama memblokade ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD daerah tersebut memakai kayu dan kursi, selama kurang lebih 12 jam.

Menurut laporan yang dihimpun, blokade dilakukan sejak pukul 21.00 WIT Kamis Malam hingga sekitar pukul 09.00 WIT, Jumat pagi, (19/12/2014).

Mereka dilaporkan memblokade UGD karena belum menerima upah sejak akhir 2013 sampai 2014. “Hak- hak kami belum dibayar,” kata salah satu tenaga kesehatan soal alasan blokade tersebut.

Beruntung aksi blokade tersebut itu menganggu layanan karena dilaporkan saat blokade berlangsung tak ada pasien yang dirujuk ke UGD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, Dominggus Yoteni yang ditemui di RSUD mengatakan, blokade terjadi karena insentive tenaga kesehatan belum dibayar oleh direktur rumah sakit.

“Kalau memang uang untuk digunakan bayar karyawan itu masih ada di APBD perubahan 2014, seharusnya bisa diberikan pemahaman kepada petugas, supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini,” kata Dominggus saat itu.

Dia mengatakan sebagian besar pegawai yang ada di rumah sakit merupakan tenaga magang dan honorer, sehingga ia mengimbau pihak rumah sakit secepatnya menyelesaikan masalah tersebut.

“Apalagi mereka akan menghadapi natal dan tahun baru 2015, tentu membutuhkan biaya,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa rumah sakit memiliki anggaran yang terpisah dari dinas kesehatan.

Dominggus mengatakan masalah ini menjadi agak “rumit” karena saat ini direktur rumah sakit sedang mengambil cuti melahirkan di Makassar, namun yang bersangkutan tak memberikan mandat pelaksana tugas kepada bawahannya.

Ditempat yang sama Kapolres Teluk Wondama AKBP Djuneidi Mayau menyayangkan aksi blokade tersebut, sebab menurut dia masalah internal rumah sakit tidak harus layanan kepada masyarakat.

“Ini kan obyek vital, kalau tiba-tiba ada pasien yang kritis, terus siapa yang bertanggung jawab. Dalam menuntut hak, siapapun boleh, namun jangan sampai mengorbankan kepentingan umum yang lebih besar,” tegasnya.

Kapolres meminta aksi tersebut tidak terulang lagi karena yang bersangkutan dapat berhubungan dengan hukum. “Saya ingatkan jika hal ini terulang kembali diwaktu-waktu yang akan datang, maka saya akan mengambil tindakan tegas,”ujarnya.

Blokade tersebut dibuka Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIT. |ADLU RAHARUSUN

 

Editor: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan