Ilustrasi UMP. | Ist

UMP Hanya Batas Bawah, Perusahaan Diminta Beri Upah Lebih  

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua Barat sebesar Rp.2.050.000 sudah resmi berlaku sejak 1 Januari 2015. Berdasarkan monitoring selama sebulan terakhir ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari menilai pelaksanaan UMP di Manokwari sudah berjalan secara baik.

Pelaksana Tugas Kepala Disnakertrans N.A. Nussy di kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung, Jumat (20/2/2015) mengatakan,  masih ada beberapa perusahaan maupun BUMD yang diketahui membayarkan upah karyawan di bawah UMP.

Namun pihak perusahaan dimaksud berjanji akan menyesuaikan dengan UMP yang berlaku sekarang ini. Pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap perusahaan maupun BUMD di Manokwari agar tidak mengabaikan hak para pekerja.

“Harapan kami kepada pihak perusahaan upah terus ditingkatkan karena yang pemerintah kasih adalah upah minimum, diharapkan perusahaan memberikan lebih (dari UMP), “ ujar Nussy.

Ia membenarkan bahwa ada perusahaan maupun badan usaha berkategori sedang dan kecil di Manokwari seperti hotel kelas melati, toko kelontongan maupun kios masih kesulitan membayarkan gaji pekerja sesuai UMP. Ini  karena pendapatan yang diperoleh perusahaan masih tergolong kecil.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau  pemilik perusahaan agar tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk mengabaikan UMP yang sudah menjadi keputusan bersama.

“ Karena UMP tidak membicarakan  ada perusahaan marjinal dan lainnya. Makanya pada tahun 2016 akan kita upayakan ada pembedaan untuk perusahaan marjinal seperti toko, kios dan lainnya, “ pungkas Nussy. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan