Rektor Unipa Jack Manusaway
Rektor Unipa Jack Manusaway

Unipa Berkabung, Aktivitas Perkuliahan (masih) Diliburkan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Universitas Papua (Unipa) Manokwari berkabung atas meninggalnya dua mahasiswa yang diduga terbunuh di Pantai Pami, Senin (31/10).

Terhitung sudah dua hari pihak kampus meliburkan aktivitas perkuliahan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk duka dan keprihatinan kampus atas peristiwa tragis tersebut.

Rektor Unipa Jack Manusaway berpandangan, pembunuhan yang dialami Agustinus Awun dan Tasya Sapulete sangat tidak manusiawi. Kasus ini sangat mengejutkan serta menjadi duka bagi seluruh civitas kampus tertua di Papua Barat tersebut.

“Kami sangat berduka, karena dua mahasiswa kami ini sudah tidak mungkin kembali. Kami liburkan aktivitas perkuliahan dari tanggal 1 hingga 3 Oktober dan besok kami akan melaksanakan ibadah untuk mendo’akan kedua almarhum,” kata dia.

Jack berharap, Kepolisian bergerak cepat untuk menangkap pelaku dan memprosesnya secara hukum.

Ia menyebutkan, jenazah Agustinus Aun sudah dikirim melalui perjalan laut ke Kampung halamanya. Sementara, Jenazah almarhum tasya masih disemayamkan di rumah orang tuanya di Manokwari.

“Orang tua dari kedua anak-anak didik kami tentu sangat berduka begitu pun kami civitas kampus. Untuk mohon Kepolisian bekerja secara optimal, setidaknya ketika pelaku tertangkap keluarga merasa tenang karena pelaku mempertanggungjawabkan perbuatanya,” ujarnya lagi.

Jack sudah berupaya menenangkan mahasiswa agar tidak melakukan reaksi berlebihan atas kasus ini. Ia mengimbau seluruh mahasiswa tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Kepolisian.

Ia menilai, perkembangan kriminalitas di wilayah Manokwari akhir-akhir ini cukup meresahkan. Ia tak ingin reaksi berlebihan dari mahasiswa memperkeruh situasi Kamtibmas di Manokwari.

“Lebih baik kita bekerja sama dengan aparat agar pelaku segera tertangkap. Kita pun harus bersama-sama agar Manokwari aman, nyaman dan aktivitas perjalan normal,” ujarnya lagi.

Ia juga mengimbau mahasiswa agar tidak melakukan aktivitas dan bepergian ditempat-tempat sepi. Mereka diminta fokus belajar dan menjaga amanah yang diberikan orang tua masing-masing.

Senin (31/10) sekitar pukul 16.00 WIT jasad almarhum Agustinus Awun dan Tasya Sapulete ditemukan dipantai Pami dengan lumuran darah. Korban ditemukan dengan kondisi luka potong ditangan, wajah, kaki dan bagian tubuhnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan