Noken Kerajinan Khas Papua.
Noken Kerajinan Khas Papua.

UNIPA – Disbudpar Dorong Wajib Noken

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Papua (Unipa) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat mendorong pemberlakuan wajib noken bagi seluruh masyarakat di daerah ini.

Rancangan peraturan daerah tentang wajib noken akan disusun sebagai landasan hukum atas perlindungan dan pelestarian noken di Provinsi Papua Barat.

“Noken sudah masuk sebagai salah satu warisan dunia. Jika kita tidak menjaganya melalui penerbitan peraturan daerah maka keputusan itu akan ditarik kembali,” kata Dekan Fakultas Satra dan Bahasa Unipa Andreas Deda, Selasa (20/9/2016).

Dia menjelaskan, sesuai wilayahnya masyarakat Papua memiliki beberapa jenis noken yang masing-masing berbeda baik dari bentuk maupun bahan yang baku yang digunakan. Hal ini sebagai salah satu kekayaan yang harus dijaga.

Unipa bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, katanya, beberapa waktu menggelar focus grup discution (FGD). Pada forum tersebut, disepakati bahwa noken akan dijadikan sebagai muatan lokal pada kurikulum pendidikan.

Saat ini, lanjutnya, tim sedang menggalang dukungan dari masyarakat dari berbagai kalangan. Pihaknya ingin, masyarakat kembali biasa membawa noken sebelum perda wajib noken disahkan dan diberlakukan.

Dia mengutarakan, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan 4 Desember sebagai hari Noken. Diharapkan Papua Barat mulai menggalakan pemakaian noken di hari tersebut.

“Kami di Fakultas Sastra sudah mewajibkan seluruh mahasiswa untuk wajib membawa noken setiap hari Rabu. Ini sebagai ciri sekaligus komitmen Fakultas Sastra dan Bahasa untuk mempertahankan budaya Papua, ” katanya.

Dia menambahkan, rumah ‘kaki seribu’ dan tari tumbuk tanah pun sudah diusulkan agar United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menjadikan rumah adat dan budaya tari masyarakat suku Arfak tersebut menjadi  warisan dunia. (IBN)

Tinggalkan Balasan