Rektor Unipa Jack Manusaway

Unipa terapkan tes Narkoba bagi mahasiswa dan dosen

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Universitas Papua (Unipa) pada tahun ini mulai menerapkan pemeriksaan Narkoba kepada calon mahasiswa baru, untuk memastikan mereka bebas Narkoba sebelum resmi menyandang status mahasiswa. Pemeriksaan status bebas Narkoba juga diberlakukan kepada calon penerima beasiswa dan tenaga pendidik atau dosen.

“Seluruh calon mahasiswa baru disyaratkan menjalani tes Narkoba untuk memastikan mereka bebas Narkoba. Mereka wajib menyertakan hasil tes Narkoba terbaru dari BNN,” kata Rektor  Unipa Dr. Ir. Jacob Manusawai baru – baru ini.

Menurut Rektor, langkah tersebut sebagai komitmen pihak perguruan tinggi terhadap  UU Nomor 35 tentang Narkotika. Ia menegaskan, perguruan tinggi bersama para mahasiswa harus memberikan contoh kepada masyarakat dan menegaskan bahwa lingkungan pendidikan tinggi bebas dari Narkoba.

“Bila hasil tes itu menunjukan ada kandungan Narkoba, maka kami akan mengugurkan kelulusan hasil ujiannya,” kata Rektor.

Unipa memberlakukan tiga parameter pemeriksaan bebas Narkoba yakni AMP, untuk memeriksa Narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi dan inex, kemudian THC untuk pemeriksaan Narkoba jenis putaw atas kanabis dan MOP untuk memeriksa narkoba jenis putaw dan candu.

“Jadi tak sekedar surat keterangan bebas Narkoba saja, tapi harus ada hasil tes Narkoba. Ini kami lakukan untuk memastikan calon mahasiswa kami tidak terlibat Narkoba,” kata Rektor.

Selain kepada calon mahasiswa, pemeriksaan bebas Narkoba juga diberlakukan kepada calon penerima beasiswa. Pemeriksaan bebas Narkoba diberlakukan kepada mahasiswa studi akhir baik D3, S1 dan S2. Mahasiswa studi akhir juga wajib menyertakan hasil tes HIV/AIDS.

Pihak Unipa menurut Rektor juga memberlakukan tes Narkoba kepada seluruh pejabat dan karyawan di lingkungan kampus itu, sekaligus menggelar ikrar untuk mencegah korupsi, terorisme dan Narkoba tahun lalu. “Universitas Papua mulai menegaskan hal ini secara ke semua mahasiswa dan dosen mulai tahun ini,” pungkas mantan Kepala Bapedalda Papua Barat ini. (cr-80)

 

Tinggalkan Balasan