Maikel Werbete, perajin miniatur rumah kaki seribu di Taman Ria Manokwari. Pelaku usaha ekonomi kreatif di Manokwari terus tumbuh namun mereka terkendala masalah modal dan pemasaran.

Usaha Ekonomi Kreatif Dongkrak Pariwisata Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Pertumbuhan usaha ekonomi kreatif di wilayah Kabupaten Manokwari, dinilai mampu mendukung program pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Ketua Fraksi Manokwari Hebat DPRD Manokwari Romer Tapilatu mengatakan, potensi usaha ekonomi kreatif dibidang kesenian seperti lukisan, ukiran, pahat, pernak-pernik serta kerajinan tangan lain cukup besar di Manokwari.

Selain mudah memperoleh bahan, katanya, para pelaku seni pada bidang tersebut cukup banyak. Keberadaan mereka sangat dibutuhkan dan harus terus dipacu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, karya khas Manokwari yang mereka produksi bisa menjadi buah tangan bagi setiap wisatawan yang datang. Dengan demikian, bukan tidak mungkin para pelaku usaha di daerah tersebut kelak bisa menjadi eksportir barang-barang kesenian khas Papua.

“Manokwari ini kabupaten tertua baik wilayah Papua maupun Papua Barat. Jika digenjot secara serius Manokwari bisa seperti Jogja,” katanya.

Dia menyebutkan, Manokwari punya cukup banyak icon yang belum dimunculkan. Peran pelaku usaha ekonomi kreatif cukup besar untuk memunculkan icon tersebut.

“Kita punya rumah adat ‘Kaki Seribu’ dan saat ini sudah cukup banyak pelaku yang bisa membuat miniatur rumah adat masyarakat suku Arfak ini. Sudah saatnya potensi mereka diperhatikan,” ujarnya lagi.

Romer mengutarakan, saat ini seniman Papua tersisa generasi tua. Ia berharap ada regenerasi agar budaya dan skill warisan neneng moyang tersebut tidak punah.

Disisi lain, hal ini bermanfaat untuk menekan angka pengangguran. Dia berharap, pemerintah daerah segera berinisiatif untuk membangun pasar sentral bagi seniman Papua di daerah tersebut.

“Kita ingin, Manokwari memiliki pasar seperti Malioboro di Jogja. Pernak-pernik dan seluruh hasil kesenian, dari baju, karya pahat, ukir, miniatur rumah adat hasil karya masyarakat bisa dijual disitu,” katanya lagi.

Saat ini, pelaku usaha ekonomi kreatif di Manokwari terus bertambah. Pemasaran dan modal masih menjadi kendala pengembangan usaha tersebut.

Terkait hal tersebut, Romer berpandangan keberadaan pasar sentral akan mempermudah pemasaran hasil kreasi warga tersebut. Ia pun berharap, pemerintah bisa meluncurkan program bantuan modal usaha, khusus bagi pelaku usaha ekonomi kreatif. (IBN)

Tinggalkan Balasan