ilustrasi_Dugaan Korupsi

Usai Diperiksa, Tersangka Korupsi Kantor KONI Tidak Ditahan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Setelah diperiksa kurang lebih 10 jam lamanya, tersangka kasus Korupsi Dana Pembangunan Kantor KONI Papua Barat tahun 2012-2013 berinisial AR saat ini tidak dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua Barat.

Tidak ditahannya AR, dikarenakan yang bersangkutan dinilai koperatif dalam menjalankan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap dirinya, sehingga yang bersangkutan diminta untuk kembali ke kediamannya hingga pemanggilan pemeriksaan berikutnya.

Kapolda Papua Barat, melalui Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP JH Sitorus kepada wartawan Selasa (10/11/2015) mengatakan, tidak ditahannya AR dikarenakan pertimbangan-pertimbangan penyidik berdasarkan Pasal 20 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang Subjektifitas dan Objektifitas.

“Yang bersangkutan, masih batas dalam toleransi, masih bisa diajak bekerja sama menurut penilaian penyidik, sehingga tidak langsung ditahan tapi kemungkinan untuk dia melakukan tindak pidana serupa sudah tipis, barang buktinya sudah disita semua, jadi tidak bisa dia berkelit,” ucapnya.

Kabid juga memastikan tak akan ada niat dari AR untuk melarikan diri serta menghilangkan barang bukti lainnya, mengingat semua aset dari milik tersangka telah didata pihak Kepolisian.

Akibat perbuatannya, kerugian Negara yang diciptakannya kurang lebih Rp 27 miliar, mengingat berdasarkan keterangan ahli, pembangunan Kantor KONI yang terletak di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur itu hanya menelan dana sebanyak Rp 16 miliar, dari total pencairan dana pembangunan kantor KONI sebesar Rp 43 miliar yang dilakukan langsung oleh AR yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua Bidang Anggaran dan Perencanaan KONI Papua Barat.

Sehingga tersangka AR dipastikan akan jerat dengan pasal pasal 2 dan atau 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Selain itu, saat ini juga para Penyidik Polda Papua Barat, juga tengah dalam mengembangkan kasus tersebut yang terindikasi masuk dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sehingga jika hal tersebut benar adanya TPPU, maka AR dipastikan akan dikenakan Pasal Berlapis. |ADITH SETYAWAN|BUSTAM

Tinggalkan Balasan