Dana Desa. Ilustrasi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Usulan pemekaran kampung yang diterima Pemkab Manokwari meningkat tajam dalam satu tahun terakhir ini. Sampai dengan pertengahan tahun ini, tercatat sebanyak 450 usulan pembentukan kampung baru yang masuk.

Padahal Pemkab Manokwari sampai sekarang ini masih memberlakukan kebijakan moratorium alias penghentian sementara pembentukan distrik maupun kampung baru. Kabupaten Manokwari sejauh ini sudah memiliki 164 kampung.

Hadirnya Dana Desa yang bersumber dari APBN rupanya menjadi pemicu meningkatnya animo pemekaran kampung di Manokwari. Apalagi ke depan, Dana Desa meningkat hingga Rp. 1 miliar per kampung.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Manokwari Wanto, membenarkan Dana Desa menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong warga beramai-ramai mengusulkan pembentukan kampung baru, Ini juga dilatarbelakangi kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan dana Otsus yang tidak transparan oleh para kepala kampung.

“Sehingga ada satu, dua, tiga oknum yang kecewa kemudian mengusulkan pembentukan kampung baru,“kata Wanto ditemui di sela-sela kerja bhakti membersihkan jalan protokol dalam rangka HUT kota Manokwari, Jumat pagi.

Untuk menindaklanjuti usulan pemekaran kampung, lanjut Wanto, Pemda telah membentuk tim yang bertugas melakukan sosialisasi UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sekaligus mengevaluasi usulan pemekaran kampung dari masyarakat.

Dari kajian sementara, sebagian besar calon kampung yang diusulkan warga, belum memenuhi persyaratan pembentukan kampung sebagaimana diatur dalam UU tentang Desa. Antara lain minimal penduduk 100 KK atau 500 jiwa, memiliki batas wilayah dan wilayah yang jelas serta ada potensi untuk pendapatan asli desa.

“Jadi tim ini yang melakukan evaluasi dan merekomendasikan (calon kampung yang penuhi syarat) kepada Bupati untuk diambil keputusan, “ pungkas mantan Kepala Distrik Warmare ini. | ZACK TONU BALA