Ketua MRP Papua Barat, Vitalis Yumte.

Vitalis Pertanyakan Pembahasan Raperdasus Pemilihan Anggota MRP-PB

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP-PB), Vitalis Yumte mendesak, pemerintah provinsi papua barat dan DPR Papua Barat (DPRPB) harus mempercepat penyusunan dan pembahasan Rancangan peraturan khusus (Raperdasus) tata cara pemilihan anggota MRP-PB.

“Sudah seberapa jauh kerja Kesbangpol dan DPR. Apakah telah menyediakan raperdasusnya?. Kalau sudah selesai tentunya, MRP akan bekerja untuk melaksanakan kewenangan di pilgub nanti,” kata Vitalis Yumte, Kamis (11/2/2016)

Meski demikian, Yumte mengingatkan pemerintah dan DPR Papua Barat tidak mengabaikan tahapan dan mekanisme dalam pembuatan perdasus tata cara pemilihan anggota MRP-PB.

Yumte mengaku telah mendengar soal informasi pembahasan raperdasus tersebut. Sebagai pimpinan lemnaga kultur, Yumte menghendaki proses pembahasan cepat diselesaikan. Sehingga fungsi dan tugas MRP-PB bisa dilaksanakan.

“Pemberian pertimbangan dan persetujuan kepada bakal calon gubernur sangat bergantung pada raperdasus. Jika dikatakan terlambat, apakah keterlambatan ini sudah masuk pada pentahapan pilgub. Jika seperti itu, maka telah terjadi kekosongan hukum,” ujarnya.

Menyoal rencana pengusulan perpanjangan masa bhakti MRP-PB 2011-2016 yang akan berakhir pada 12 April mendatang. Yumte menegaskan, belum ada dasar hukum yang mengatur mengenai perpanjangan itu.

Ini menuntut kearifan pemerintah bersama DPR segera menetapkan perdasus. “Hingga bulan Maret belum ada raperdasus tersebut maka, kewajiban gubernur menyurat kepada Menteri Dalam Negeri untuk menyampaikan permohonan perpanjangan,”

Yumte menambahkan, perpanjangan ini bukan keinginan MRP melainkan kondisi terkait pemilihan keanggotaan MRP-PB yang tidak berjalan sesuai waktu.

Pernyataan ini, sekaligus menepis informasi soal adanya keingingan lembaga ini untuk memperpanjang masa tugasnya. “Kapan proses sosialisasi dan pemilihan anggota baru. Ini pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk putuskan, apakah diperpanjang atau tidak,” tandasnya. |RASYID FATAHUDDIN