Wabup Ismail Sirfefa, saat memimpin upacara HUT Baden Powwel

Wabup Ajak Pramuka Jadi Pelaku Perubahan

KAIMANA, Cahayapapua.com— Revitalisasi pendidikan kepramukaan yang saat ini sedang dan terus berlangsung adalah komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal untuk kaum muda, dalam upaya membentuk generasi yang bertanggungjawab pada masa depan. Kegiatan kepramukaan yang merupakan bagian integral dari pendidikan kepramukaan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi perbagai masalah nasional.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa saat memimpin upacara peringatan Hari Baden Powwel (pendiri Pramuka) ke 160 bertempat di Halaman Parkir Stadion Triton Kaimana, Rabu (22/2/2017). Dikatakan, gerakan pramuka dengan tugas mendidik kaum muda agar memiliki watak, kepribadian dan berakhlak mulia serta berjiwa bela negara, harus dapat berperan sebagai kader pembangunan dan perekat bangsa.

Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka 3306 Kaimana ini juga mengajak seluruh jajaran gerakan pramuka di Kabupaten Kaimana untuk selalu berupaya memajukan lembaga pendidikan Gerakan Pramuka agar lebih menyentuh segala lapisan anak didik. “Mari kira laksanakan Kurikulum 2013 atau K13 dimana pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstra kurikuler wajib di setiap jenjang sekolah,” ajaknya.

Lebih jauh Wabup mengatakan, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka maka organisasi pramuka telah memiliki payung hukum yang kuat. Untuk itu lanjutnya, sudah menjadi kewajiban bersama dalam mmepertahankan dan bahkan meningkatkan perbagai kemajuan tersebut. Tantangan dan masalah yang dihadapi oleh kaum muda Indonesia pada saat ini memang sangat memprihatinkan.

Ditambahkan, gerakan pramuka yang cikal bakalnya telah dikenal sejak tahun 1912, perlu terus ditingkatkan peranannya dalam membina kaum muda bangsa Indonesia. Gerakan pramuka yang tergabung dalam World Organization Scout Movement dan tercatat memiliki keanggotaan terbanyak di dunia lanjutnya lagi, tentu harus dapat meneruskan cita-cita dan harapan bapak pramuka dunia Lord Baden Powwel.

“Marilah kita upayakan pembangunan manusia seutuhnya, khususnya pembangunan kaum muda dalam bentuk character building dan leadership training sesuai dengan tuntutan kaum muda dan perkembangan zaman,” ajak Wabup lagi.

Untuk diketahui, Lord Baden Powwel merupakan perintis gerakan kepramukaan yang dilakukannya pada tahun 1907. Ia merupakan seorang tentang Inggris berpangkat Letnan Jenderal. Gerakan pramuka bermula di Pulau Brownsea melalui pelaksanaan perkemahan yang pertama di dunia. Pada tahun 1912, gerakan pramuka yang dirintis oleh Lord Baden Powwel ini dibawa masuk oleh Belanda ke Indonesia saat jaman penjajahan.

Sejak tahun 1912 itulah, gerakan pramuka (dahulu kepanduan) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan lahirnya berbagai organisasi kepramukaan di tanah air. Selanjutnya, guna lebih memantapkan persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muda dari berbagai organisasi kepramukaan/kepanduan tersebut pada tahun 1961 disatukan oleh Presiden Soekarno menjadi Gerakan Pramuka. (ISA)

Tinggalkan Balasan