Para Lansia saat Launching Pondok Lansia

Wabup Kaimana Resmikan Pondok Lansia

KAIMANA, cahayapapua.com—-Mengakomodir kebutuhan masyarakat Lanjut Usia (Lansia) akan layanan kesehatan, pendidikan maupun keterampilan, telah hadir Pondok Lansia beralamat di Eks Puskesmas Kaimana Jalan Utarum Krooy yang diresmikan pengoperasiannya oleh Wakil Bupati Kaimana Burhanudin Ombaer, S.Sos, Senin (10/8/2015).

Launching (peluncuran) Pondok Lansia yang lahir dari gagasan staf Dinkes peserta PIM 4, Gaida Sirfefa, AMd.Keb ini, ditandai pengguntingan pita disaksikan sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Wabup Burhanudin dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap ide pembentukan Pondok Lansia. Pembentukan Pondok Lansia merupakan bentuk penghargaan terhadap para senior, terhadap yang lebih tua dan telah mencapai usia lanjut. Kehadiran Pondok Lansia lanjut Wabup, diharapkan menjadi yang strategis dalam melakukan pembinaan dan pelayanan bagi para lanjut usia.
“Wadah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada senior kita. Siapa pun pasti akan mengalami lanjut usia. Kita sama-sama ketahui bahwa di negara kita sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas, dengan dukungan anggaran yang cukup besar untuk melayani masyarakat melalui Puskesmas, Pustu, Posyandu dan lainnya, termasuk kartu sehat. Mudah-mudahan ada kartu sabar juga untuk kita dalam menghadapi sesuatu karena kadang kita tidak sabar dalam menerima program pemerintah yang akhirnya tumbuh pikiran bahwa pemerintah kurang memberikan pelayanan, padahal kita sesungguhnya dibatasi juga dari sisi pembiayaan,” tukas Wabup.
Dijelaskan, pembentukan Pondok Lansia ini selain sebuah kewajiban bagi PNS peserta PIM, juga diharapkan bisa menjadi wadah yang bisa membantu masyarakat lanjut usia sehingga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan maupun keterampilan tertentu. Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan lanjut Wabup, akan terus berupaya memberikan perhatian yang maksimal kepada masyarakat, terutama bagi terpenuhinya kebutuhan akan layanan kesehatan.
“Kegiatan semacam ini sangat penting yang diformulasikan dengan pola pembinaan pegawai yakni PIM. PIM sekarang berbeda dengan dulu, sekarang pegawai dituntut menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah. Di kota besar disediakan fasilitas untuk menitipkan orang-orang yang sudah lanjut usia. Mereka titip di lembaga-lembaga seperti ini karena ada sebagian tanggung jawab pemerintah untuk mengurusnya. Kita di Kabupaten Kaimana lewat Dinas Kesehatan ini menyediakan pondok lansia, yang diharapkan menjadi wadah yang representative bagi para lanjut usia,” tutupnya.
Sementara Reformer, Gaida Sirfefa di kesempatan terpisah menjelaskan, pondok lansia ini dibentuk untuk membantu para lanjut usia yang membutuhkan pelayanan kesehatan, pendidikan termasuk keagamaan dan lainnya. Pondok Lansia tegasnya, bukan sebagai tempat menginap, tetapi berbentuk rumah singgah yang akan mengakomodir kepentingan para Lansia. Dikatakan, hadirnya Pondok Lansia merupakan tanda awal bahwa Pemerintah Daerah memiliki kepedulian terhadap kelangsungan hidup masyarakat terutama usia lanjut.
Disinggung siapa yang akan membantu para Lansia ketika berkunjung di Pondok Lansia, Gaida mengatakan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan LSM, Dinas Kesehatan dan organisasi wanita yakni Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta masyarakat yang memiliki kepekaan membantu sesama. Jumlah tenaga pelayan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lansia sebanyak 24 orang. Jumlah ini akan bekerja memberikan pelayanan kepada 1.424 Lansia yang terdata di Kabupaten Kaimana.
“Kita ada kerja sama dengan LSM, dari kesehatan, organisasi wanita seperti PKK karena PKK mempunyai program khusus yang diturunkan dari pusat. Di PKK itu kan mereka ada punya 4 pokja yakni Pokja kesehatan, Pokja bidang pendidikan, bidang seni jadi kami ambil supaya pelayanannya terarah. Untuk pelayanan Lansia sendiri kami ada 24 tenaga yang tergabung dalam ‘Komunitas Peduli Lansia.’ Lansia itu sendiri ada tiga kategori yaitu umur 45-59 yang disebut pra lansia, 60–69 dikatakan lansia dan 70 tahun keatas yang disebut lansia resiko tinggi. Kenapa sampai dikatakan Lansia resiko tinggi karena sudah 70 tahun ke atas otomatis sudah sakit-sakit, tidak dapat mengurus dirinya sendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain,” jelas Gaida.
|ISABELA WISANG