Wabup: Libatkan masyarakat dalam proyek pembangunan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Wakil Bupati Manokwari Edy Budoyo meminta kontraktor yang dipercayakan pemerintah daerah dalam pengerjaan proyek pembangunan untuk melibatkan masyarakat dalam proyek-proyek mereka.

Pesan ini disampaikan mantan Plt. Bupati Mansel ini saat membuka acara konsultasi publik peningkatan ruas jalan sepanjang 131 Km melintasi tiga kabupaten yakni kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Manokwari, kemarin.

“Saya minta dalam pengerjaan ruas jalan tersebut para kontraktor melibatkan masyarakat lokal untuk menambah penghasilan,”  kata Edi Budoyo.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional XVII Manokwari Direktorat Bina Marga di gedung pertemuan Lodwiek Mandacan SP 4 Prafi tersebut, dihadiri Kadistrik Prafi, Kapolsek Prafi, tokoh masyarakat, tokoh adat ,tokoh perempuan serta konsultan LPJP Amdal PT. Tatwa Jagatnata.

Kata Edy Budoyo, pemerintah daerah memberikan perhatian penuh atas peningkatan pembangunan infrastruktur, karena dapat memacu pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan mobilitas industri dan perdagangan dan tentunya memperluas lapangan pekerjaan.

“Terbukanya keterisolasian daerah merupakan prioritas Bupati Demas dan saya selaku wakilnya dengan terus berupaya mencari sumber dana  untuk membuka wilayah yang  masih terisolasi,” ucapnya.

Untuk diketahui, pengerjaan ruas jalan sepanjang 131 Km tersebut tidak termasuk program jalan trans Nasional, namun berdasarkan rekomendasi Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lokasi yang masuk kategori daerah terisolasi.

Dijelaskan, ada pembagian tugas dalam pembangunan ruas jalan. Peran Balai Pelaksana Jalan Nasional adalah menangani jalan trans Nasional, ada pula jalan trans Provinsi yang ditangani  Pemerintah Provinsi di suatu daerah dan ruas jalan kabupaten.

“Kadang masyarakat luas hanya tahu, itu jalan ditangani kabupaten padahal tidak demikian. Ini yang harus dipahami bijaksana,” ujar  Wabup Edy Budoyo.

Sementara Staf Ahli Kepala Balai Jalan dan Jembatan Nasional XVII Suharjanto menjelaskan, kegiatan Konsultasi Publik yang melibatkan masyarakat tersebut terkait dalam hal proses penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Di sini kita berikan konsultasi serta membagikan kuisioner kepada peserta untuk mengetahui pendapat masyarakat soal aspek pembangunan jalan, ekonomi, lingkungan serta pengaruh pencemaran air bersih di sepanjang lokasi perluasan jalan,” terangnya.

Ia melanjutkan, pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan jalan juga tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam proses Amdal dan izin lingkungan.

“Kegiatan yang dilakukan ada dua cara yakni melalui sosialisasi rencana kegiatan dan konsultasi publik yang tengah kami lakukan saat ini,” imbuhnya. (mar)

Tinggalkan Balasan