Alm. Akuba Kaitam, Wakil Bupati Bintuni

Wabup Teluk Bintuni Dimakamkan di Kampung Lama

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com– Jenazah almarhum Wakil Bupati Akuba Kaitam akhirnya tiba di Bintuni, Selasa (17/11) kemarin, setelah dinyatakan meninggal dunia Minggu (15/11) malam di RS Karyadi Semarang – Jawa Tengah.

Jenazah tiba di Bandara Bintuni sekitar pukul 09.00 WIT menggunakan pesawat carter Susi Air melalui Bandara Sorong. Dalam penyambutan jenazah, nampak hadir Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui, Wakil Gubernur Irene Manibuy dan Wakil Ketua I DPRP Papua Barat, Roberth Manibuy beserta para Muspida. Tak cuma itu,ratusan pegawai dan masyarakat ikut memadati Bandara Bintuni menyambut kedatangan jenazah.

Sebelum ke rumah duka, jenazah terlebih dahulu dibawa ke Kantor Bupati Teluk Bintuni di Distrik Manimeri untuk dilakukan prosesi upacara pelepasan jenazah dan penghormatan terakhir. Dalam prosesi tersebut dilakukan penyerahan jenazah dari Pemprov Papua Barat kepada Pemkab Teluk Bintuni yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kepada pihak keluarga.

Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy dalam sambutannya mengungkapkan bahwa prosesi pelepesan yang digelar sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah daerah atas jasa dan darma bhakti almarhum Wakil Bupati, Akuba Kaitam terhadap Kabupaten Teluk Bintuni maupun Papua Barat.

“Kepergian Almarhum sungguh mengejutkan dan menimbulkan duka yang mendalam bagi kita semua, namun bagi umat beragama percaya pada kuasa Tuhan. Kita harus menerima dengan ikhlas, bahwa kepergian almarhum adalah keputusan dan kehendak Tuhan YME. Atas nama Pemprov Papua Barat, saya menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya, dan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, serta bimbingan dan perlindunganNya,” ujar Wagub Irene Manibuy.

Dikatakan, semasa hidupnya Almarhum Wakil Bupati adalah sosok yang setia terhadap bangsa dan negara, pekerja keras dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya. “Semasa hidupnya dalam melaksanakan tugas di pemerintahan, selalu dilaksankana dengan penuh semangat dan keikhlasan yang patut menjadi suri tauladan bagi kita semua,” ungkapnya.

Meskipun diakui sebagai manusia biasa, Almarhum Akuba Kaitam tidak lepas dari kekhilafan dan kesalahan, oleh karena itu ia mengajak semua pihak untuk berlapang dada memaafkan Almarhum. Kepada Pemda Teluk Bintuni, Wagub berharap dapat membantu mengurus administrasi terkait pensiunan almarhum Akuba Kaitam sebagai pejabat negara.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui dalam pidatonya mengungkapkan duka yang mendalam atas meninggalnya Wakil Bupati Akuba Kaitam. “Semoga jasa baik, semua hal baik yang beliau tanamkan untuk kita semua, untuk daerah, untuk masyarakat dan keluarga, mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,” do’anya.

Menurutnya selama sepuluh tahun memimpin Teluk Bintuni bersama Wakil Bupati Akuba Kaitam berjalan cukup harmonis, saling mengisi. Karena dilihat dari kepribadiannya, Akuba merupakan sosok yang baik, bijaksana dan taat beragama.

“Sepuluh tahun kami bersama, kita tidak bercerai hingga periode kedua. Ini sebagai contoh yang harus diteladani. Selama sepuluh tahun saya tidak pernah sekali pun berlekahi dengan Pak Wakil, menyampaikan kata-kata yang membuat saya tersinggung pun tidak pernah. Jangankan dua atau tiga kata, sekalipun tidak pernah. Saya muda, beliau lebih tua tapi kapasitas saya sebagai Bupati, beliau hormat.Hal yang sama saya juga lakukan kepada beliau, meskipun saya sebagai Bupati tapi ada keputusan yang sudah dibuat oleh beliau, saya hormat kepada beliau,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya bersama almarhum Wakil Bupati selama memimpin Kabupaten Teluk Bintuni telah berhasil meletakan pondasi pemerintahan. Meskipun diakui masih ada kekurangan yang dilakukan.

Alfons mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki taman makam pahlawan maupun taman makam bahagia. Sehingga pemakaman almarhum Wakil Bupati Akuba Kaitam harus dilakukan di tanah milik keluarga. “Setelah tempat ini disiapkan, maka saya mohon atas nama pemerintah agar pihak keluarga merelakan untuk ditempatkan pada tempat yang sesuai sebagai penghormatan kita kepada Bapak Wakil Bupati. Saya juga meminta jika saya meninggal, maka taruhlah saya disitu,” ucapnya.

Setelah selesai upacara prosesi pelepasan, selanjutnya jenazah diiring ke Masjid Al Munawarah Bintuni untuk disholatkan. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIT dilakukan prosesi pemakaman secara militer di tanah milik keluarga yang berlokasi di Kampung Lama Bintuni. Selaku Inspektur Upacar pada prosesi pemakaman tersebut adalah Bupati Teluk Bintuni, drg. Alfons Manibui,DESS. |ARI MURTI