Irene Manibuy (kanan) terpilih sebagai Wakil Gubernur Papua Barat menggantikan Rahiming Katjong yang telah mangkat setelah Yosep Yohan Auri (kiri) mengundurkan diri dalam paripurna DPR Papua Barat Selasa, (28/4/2015). | CAHAYAPAPUA.com| Rasyid

WAGUB PAPUA BARAT: Tamu Undangan Irene Dibatasi 75 Orang

MUHAMMAD RIZALDY
Cahaya Papua/Jakarta

Sekretariat Negara akan membatasi jumlah tamu undangan dalam pelantikan Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy oleh Presiden Joko Widodo yang rencananya digelar di Istana Negara Rabu, (27/5/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Biro Pemerintahan Setda Papua Barat, Elisa Sroyer mengatakan pembatasan dilakukan karena keterbatasan ruangan juga terkait dengan keamanan.

Elisa Sroyer mengatakan awalnya Pemerintah Papua Barat mengusulkan tamu undangan dari Papua Barat untuk mengikuti pelantikan Irene sebanyak 100 orang. Namun akhirnya ditetapkan hanya 75 orang.

“Awalnya, sekretariat negara membatasi, maksimal 50 undangan, tapi setelah dikoordinasikan akhirnya ada penambahan 25 orang sehingga menjadi 75 orang” kata Sroyer usai menggelar pertemuan dengan pihak Sekretariat Negara Rabu, (20/5/2015).

Tamu undangan yang rencananya diundang untuk menghadiri pelantikan Irene adalah Gubernur Papua Barat Abraham Atururi bersama istri, Sekda Papua Barat bersama Istri, kepala BPK RI, kepala BPKP RI, pimpinan DPR Provinsi Papua Barat, Ketua DPD RI, Ketua DPR RI, para Bupati dan Walikota se Papua Barat, perwakilan keluarga Alm. Rahimin Katjong serta perwakilan tokoh adat Papua Barat serta Forkopimda Papua Barat.

Sementara itu, Asisten I Gubernur Papua Barat, Musa Kamudi menambahkan dalam pelantikan itu, juga akan diundang 10 tokoh masyarakat di Papua Barat. “10 tokoh masyarakat ini dari ragam etnis di Papua Barat” Jelas Musa Kamudi. Satu diantara 10 tokoh masyarakat itu, Obet Arik Ayok Rumbruren sebagai perwakilan tokoh masyarakat Kuri Wamesa dan juga sebagai tokoh masyarakat Arfak.

Musa menyebut, hasil koordinasi ini akan disampaikan kepada Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi untuk meminta petunjuk dan persetujuan tentang nama-nama tamu undangan yang akan diundang,agar terakomodir secara baik.

Musa Kamudi meminta seluruh masyarakat Papua Barat, memahami keputusan terkait jumlah tamu undangan yang telah ditetapkan bersama antara Pemprov Papua Barat dengan sekretariat negara dan Kementerian Dalam Negeri ini.

“Harap dipahami, karena kapasitas ruangan terbatas dan peraturan protokoler istana yang ketat sehingga tidak bisa mengakomodir banyak orang,” imbuh Musa.

Musa juga berharap tamu udangan datang lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan, karena mekanisme protokoler istana sangat ketat. “Untuk masuk di istana itu kita akan melewati 2 pintu dan 2 kali pemerikasan yang sangat ketat,” tandas Musa. (*)

One comment

  1. Kami mahasiswa papua barat kami siap mendukung dan ketika Ibu sudah dilantik menjadi WAGUB agar memperhatikan kami mahasiswa papua barat dan jangan makan tidur,sebagai orang papua atau pribumi harus membangun daerah papua barat lebih bagus.

Tinggalkan Balasan