Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah titik di dalam kota Manokwari dipenuhi alat peraga baliho maupun spanduk. Spanduk dan baliho tersebut di pasang oleh berbagai organisasi maupun individu, baik tentang suatu agenda maupun ucapan selamat hari besar.

Hal tersebut juga mendapat perhatian bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan. Demas mengaku pihaknya akan meninjau regulasi yang mengatur pemasangan alat peraga di dalam kota.

“Memang banyak sekali pemasangan spanduk dan baliho di lokasi-lokasi strategis. Ini tidak terlepas dari jelang pesta demokrasi tahun depan, sehingga yang berencana mau jadi Caleg mulai memasang spanduk dan baliho. Kita akan lihat regulasi lokasi mana yang boleh di pasang dan yang tidak boleh. Jadi jangan asal di pasang di sembarang tempat,” ujar Demas pekan lalu.

Diungkapkan bupati, semrautnya pemasangan spanduk dan baliho mengganggu pemandangan di dalam kota. Pihaknya akan memerintahkan OPD terkait dalam hal ini Sat Pol PP maupun bagian Sandi dan Telekomunikasi (Santel) untuk menetibkan alat peraga yang menjamur di Manokwari tersebut.

“Tentu seharusnya diatur lokasi pemasangannya. Kalau tidak sesuai aturan maka akan ditertibkan. Semua ini kan di atur dalam Perda, ini yang perlu diliat pengaturannya,”ujar bupati.

Pemda sendiri telah menyiapkan sejumlah tempat pemasangan spanduk maupun baliho. Pemasangan pada lokasi yang sudah ditunjuk tersebut akan ditarik biaya yang merupakan akan dijadikan pajak daerah. Pemasangan alat peraga pada lokasi yang telah ditetapkan itu dibatasi waktunya. (cr-79)

Leave a Reply