Dekan Fakultas Sastra Unipa Andreas Deda. Safwan Ashari Raharusun/Cahaya Papua

Wajib Noken di Fakultas Sastra Unipa masuki bulan keenam

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Fakultas Sastra Universitas Papua telah memberlakukan wajib penggunaan Noken kepada para mahasiswa di fakultas tersebut sejak September 2017.

Kewajiban menggunakan noken pada tiap hari Rabu tersebut merupakan sumbangsih fakultas tersebut untuk mendorong pelestarian Noken, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada 2012 silam.

“Kami telah mewajibkan penggunaan Noken pada bulan September 2017. Kami jadikan sebuah gerakan yaitu gerakan Rabu Wajib Batik dan Noken atau disingkat Rawabano, ” ujar Dekan Sastra Unipa Andreas Deda, Selasa (27/2).

Andreas mengatakan mahasiswa merupakan salah satu bagian penting di kampus yang didorong ikut melestarikan budaya lokal sehingga mereka diwajibkan untuk menggunakan Noken setiap hari Rabu tiap pekan.

“Noken mempunyai filosofi yang tinggi. Noken bertujuan untuk mengisi harta kekayaan, maka itu orang yang menggunakan Noken adalah orang yang berwibawa. Noken melambangkan perlindungan dan memberi makan,” jelas Andreas.

Andreas berharap wajib penggunaan Noken juga diterapkan di lingkungan pemerintah di Provinsi Papua Barat agar Noken tetap lestari tidak di makan zaman.

Sementara itu aktivitas perlindungan Noken, Hugo Warami mengatakan, pihak Sastra menurut sebenarnya menunggu instruksi atau semacam aturan yang dikeluarkan daerah untuk pelestarian Noken, namun karena tak kunjung ada sehingga pihak fakultas mengambil inisiatif mewajibkan penggunaan Noken kepada mahasiswa.

“Kebijakan saja belum apa lagi perlindungan, kita tidak tau di Papua Barat wajib noken hari apa, tapi ada tamu pasti di kalungkan noken, ” ujar Hugo.

Hugo mengatakan langkah untuk melindungi noken yang paling pertama perlu dilakukan adalah kampanye penyadaran, bahwa noken merupakan identitas yang di akui dunia.

Hugo berharap sebelum Otonomi Khusus Papua berakhir pemerintah segera membuat regulasi dan payung hukum untuk melindungi semua identitas termasuk noken.

“Untuk melindungi Noken harus di buat aturan perlindungan Noken, karena Noken ini adalah identitas kami masyarakat Papua. Pemerintah harus secepatnya membuat aturan itu agar Noken tidak punah,” kata mahasiswa fakultas Sastra Unipa Andi Wataha.

Secara terpisah Ketua Bidang Cagar budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari  Manokwari Yulius Wonggor mengapresiasi langkah Unipa yang telah mewajibkan penggunaan Noken kepada para mahasiswanya.

Dia mengatakan pihaknya juga telah membentuk kelompok untuk melestarikan Noken di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari.

“Kami akan mencari cara agar peraturan perlindungan Noken bisa segera ada. Kami juga berharap pengrajin Noken harus utamakan Noken yang berbahan dasar kulit kayu, jangan yang dari benang, karena dari kulit kayu itu adalah identitas kas Papua,” ujarnya.|Safwan Ashari Raharusun

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: