ilustrasi

Wali Kota Sorong Didesak Copot Kadisdukcapil

SORONG, CAHAYAPAPUA.com Ketua Umum Forum Lintas Suku Asli Papua Raya, Kota Sorong, Pendeta Paulus Safisa meminta agar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Sorong, Abu Bakar Alhamid dicopot dari jabatan.

Paulus menuding Abu Bakar memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada siapa saja tanpa mengenal orang sehingga ia layak dicopot. “Kok penduduk ada di luar daerah Papua sudah dapat KTP Kota Sorong. Ini berarti yang menangani kependudukan ada cela, ini kecolongan, bahaya sekali,” kata Paulus kepada wartawan di ruang pertemuan KesbangPol Kota Sorong, Rabu (17/2) siang.

Menurut Paulus pembludakan penduduk di Kota Sorong ada hubungannya dengan politik atau sengaja ingin memusnahkan Orang Asli Papua (OAP). Paulus mensinyalir masuknya penduduk ke kota Sorong akan berdampak pada keamanan dan perkembangan OAP.

“Oleh karena itu kami Pemerintah Kota Sorong mengganti Kadisdukcapil Kota Sorong dengan orang asli Papua yang lebih mengetahui penduduknya sendiri,” ujarna.

Secara terpisah Abu Bakar mengatakan, dirinya tak gentar jika dicopot dari jabatannya sebagai kepala dinas Dukcapil Kota Sorong. Abu Bakar mengatakan semua kebijakan perihal ia tidaknya ia dicopot dikembalikan kepada Walikota Sorong. “Jabatan merupakan amanah yang nantinya dimintai pertanggung jawaban baik di dunia maupun akhirat,” kata Abu Bakar.

Ia menyanggah bahwa penyediaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat ini menggunakan system on-line, sehingga tidak bisa begitu saja dikeluarkan. Dikatakan jika ada warga yang ingin mendapat KTP harus mengikuti aturan, dengan membawa surat lengkap kependudukan.

“Ini tidak ada kaitannya dengan Pemilu, kalau sepanjang orang itu bisa hidup berdampingan dengan masyarakat, kenapa kita harus menolak. Emangnya Capil berhak menolak penduduk untuk masuk ke daerah tersebut, kan tidak, tidak boleh,” ujar Abu Bakar. |NASIR