Ratusan tukang ojek memadati Kantor Dinas Perhubungan di Jalan Percetakan Negara, Manokwari, Papua Barat. Mereka meminta pemerintah menaikkan tarif ojek setelah harga BBM dinaikkan. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Jalan Mulus, Tak Sampai 20 Km, Biaya Ojek di Kaimana 35 Ribu Rupiah

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com– Tarif angkutan ojek Kota Kaimana mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Tarif tertinggi berlaku untuk rute kota menuju Kampung Coa sebesar Rp.35.000, dengan jarak tempuh kurang lebih 20 kilometer melewati jalan mulus beraspal, rata dan lebar. Menyusul tarif terbesar kedua dan ketiga dengan rute kota menuju bandara sebesar Rp.25.000 dan rute Kota-Kampung Trikora sebesar Rp.20.000 melintasi ruas jalan yang sama menuju Kampung Coa.

Penetapan tarif ojek didasarkan pada kesepakatan bersama antara organda/pengurus ojek dan becak dengan Pemerintah Daerah melalui Kantor Perhubungan dan Kominfo pada 24 November 2014, yang juga dihadiri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Tarif ini berlaku dari dua titik star yakni Kota dan Pasar Baru Krooy.

Berdasar data yang diperoleh dari sejumlah anggota ojek; tarif ojek dalam kota hingga Kaki Air Besar disepakati sebesar Rp.5.000, Kota-Krooy hingga pasar baru sebesar Rp.7.000 dan Kota-Batu Putih titik nol sebesar Rp.10.000. Sementara rute Kota-RSUD, Kompi hingga Kilo Nol Dalam berlaku sebesar Rp.12.000, Kota menuju perumahan DPRD dan perumahan Negara disepakati sebesar Rp.7.000, Kota – Bantemi Rp.15.000 dan Kota – Air Merah sebesar Rp.10.000.

Sedangkan tarif ojek dari Pasar Baru menuju Kampung Coa adalah sebesar Rp.25.000, termasuk dari Kampung Coa menuju RSUD. Sedangkan dari Pasar Baru menuju Kilo Nol Dalam, Bantemi Dalam, Kampung Baru disepakati Rp.10.000. Namun dari Kampung Baru menuju Batu Putih Emawa, Perempatan Kilo Nol, RSUD maupun Kilo Nol Dalam ditetapkan sebesar Rp.15.000. Penetapan tarif disebutkan hanya berlaku sementara dan khusus pelajar hanya dipungut 50% dari tarif normal.

Terkait kenaikan tarif angkutan ojek, beberapa warga mengaku, tarif ojek yang ditetapkan terlampau tinggi dan memberatkan pada pengguna jasa. Masyarakat meminta pemerintah daerah bersikap bijak agar penetapan tariff, mempertimgbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. “Tarif itu terlalu tinggi untuk ukuran kami masyarakat kecil. Dari kota sampai Coa itu paling habis bensin hanya 1 liter, kenapa tarifnya sampai 35 ribu begitu. Angka itu sama dengan 4 liter bensin. Atur tarif itu jangan ikut kemauan ojek, tetapi perhatikan dari sisi wajar dan layak. Tarif yang ditetapkan harus bisa dijangkau masyarakat karena pemakai jasa ojek itu didominasi masyarakat kecil,” tukas Ibu Martina mewakili masyarakat lainnya.

Disisi lain, penetapan tarif ojek yang cukup signifikan ini menghadirkan sukacita tersendiri bagi para anggota ojek. Selasa 25 November siang, para ojek melakukan konvoi keliling Kota Kaimana sebagai ungkapan kebahagiaan atas disepakatinya tarif ojek dengan angka yang sangat fantastis. Mereka mengaku puas dengan tarif baru yang disepakati untuk menyeimbangkan kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah pusat. |ISABELA WISANG

 

EDITOR: IMRAN

Tinggalkan Balasan