Pastor Yohanes

Warga Apresiasi Kebijakan Pendidikan Gratis di Bintuni

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com —- Sejak tahun 2006 Pemkab Teluk Bintuni telah mengambil kebijakan pendidikan bebas biaya dari TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan ini ternyata banyak memberi manfaat bagi dunia pendidikan.

Hal ini diakui oleh Pastor Yohanes Belo Boli,SPd., selaku pengelolaan YPPK Kabupaten Teluk Bintuni.Adanya kebijakan bebas biaya pendidikan,  para orang tua maupun siswa yang mengalami kendala biaya dapat terbantu.

Meskipun demikian diakui ada beberapa hal yang perlu dibenahi, diantaranya adalah peran orang tua dalam dunia pendidikan yang harus ditingkatkan. “Saya pikir sangat membantu. Banyak orang mengeluh bahwa dia (pendidikan gratis, red) tidak membantu, tapi setelah saya terjun langsung ke satuan pendidikan yaitu menangani langsung suatu sekolah, saya melihat sangat membantu. Seandainya kalau pemerintah tidak membebaskan biaya pendidikan ini, maka pada suatu satuan pendidikan kita akan terbelakang terus,” akunya.

Dijelaskan tanpa adanya kebijakan pendidikan bebas biaya serta bantuan operasional sekolah, maka bisa dipastikan ada sekolah-sekolah tertentu yang akan berhenti beroperasi alias tutup.“Karena kalau pembiayaan tidak jalan, misalnya untuk honor guru, pembelian ATK, tentu sekolah pasti akan mandek (berhenti, red). Maka suatu langkah maju yang diambil pemerintah yaitu dengan pembebasan biaya pendidikan akan sangat membantu kami di satuan pendidikan, juga di yayasan-yayasan,” terangnya.

Anggaran yang dialokasikan Pemkab Teluk Bintuni untuk sektor pendidikan cukup besar hampir mencapai 20% dari total APBD tiap tahunnya.Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Drs. H. Akuba Kaitam saat dikonfirmasi menjelaskan pembangunan di sektor pendidikan sangat diutamakan.

Menurutnya dengan pendidikan manusia yang berkarakter. Kebijakan bebas biaya pendidikan berawal dari keperihatinan kondisi pendidikan di daerah ini sejak ia bersama Bupati Alfons Manibui memimpin daerah ini.“Setelah kita jalan melihat banyak anak yang putus sekolah atau tidak sekolah, maka langkah yang diambil adalah bebas biaya pendidikan dan syukur semakin hari semakin maju terus pendidikan di Teluk Bintuni,” ujarnya.

Meski begitu, diakui ada beberapa yang perlu dibenahi, diantaranya kualitas guru dan tempat belajar yang layak. Dikatakan tempat belajar atau sekolah yang baik akan memotivasi anak didik maupun guru untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Kualitas guru kita sudah benahi dan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Terkait pemerataan pendidikan, Akuba mengaku bahwa pemerataan pendidikan hingga ke kampung-kampung sudah mulai terjadi.“Sudah ada pemerataan. Pedalaman terkecil semua kita berikan perhatian penuh kepada pendidik dan murid supaya bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” pungkasnya. | ARI MURTI

Tinggalkan Balasan