Dermaga Eman'Sir Kampung Lobo Distrik Kaimana.

Warga Bayeda Nikmati Dermaga Beton

KAIMANA, Cahayapapua.com— Upaya pemerintah daerah untuk membuka aksesibilitas layanan melalui penetapan titik pertumbuhan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setelah Dermaga Eman’Sir Kampung Lobo, saat ini masyarakat Kampung Bayeda juga mulai menikmati dermaga berkonstruksi beton sebagai realisasi dari kebijakan growing point bupati Kaimana.

Marinus, warga Kampung Bayeda kepada Cahaya Kaimana mengakui, keberadaan dermaga beton yang dibangun pemerintah daerah sangat membantu masyarakat, terutama pada saat membawa hasil pertanian ke pasar dalam kota. Dikatakan, keberadaan dermaga beton juga turut membantu menjawab kebutuhan sarana transportasi masyarakat Bayeda.

“Sejak dermaga ini ada, kapal perintis bisa sandar dan masyarakat bisa bawa hasil laut untuk jual ke kota. Tadinya tidak pernah disinggahi kapal ukuran besar, sekarang kapal lancar keluar masuk kampung. Memang sangat membantu, malah dengan adanya dermaga ini kampung kami lebih maju. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah. Berharap kedepan Kampung Bayeda lebih maju lagi,” ujarnya saat ditemui di Bayeda, Senin (20/2/2017).

Untuk diketahui, penetapan growing point merupakan kebijakan Bupati Matias Mairuma sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2011-2015. Tujuannya dari kebijakan ini adalah untuk mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat yang tersebar pada 7 wilayah distrik dan 84 kampung, serta mengurangi disparitas antara kota dan kampung.

Selain Lobo dan Bayeda, dermaga yang sama juga direncanakan akan dibangun di Mandiwa sebagai titik pertumbuhan Distrik Arguni Bawah, Warifi Distrik Etna termasuk Yamor, dan Tairi sebagai titik pertumbuhan di wilayah Distrik Buruway. Dermaga Lobo sendiri telah mulai beroperasi sejak tahun 2014 pasca diresmikan oleh Bupati Matias Mairuma pada 18 Desember 2014.

Bupati Matias Mairuma menjelaskan, kebijakan menetapkan titik pertumbuhan dimaksudkan agar masyarakat semakin dekat dengan sebutan sejahtera. Olehnya lanjut Bupati, untuk mendukung titik pertumbuhan, selain membangun dermaga, Pemerintah Daerah juga akan membangun jalan penghubung, baik antar kampung maupun jalan yang menghubungkan kampung dan dermaga. Selanjutnya akan dilengkapi pula dengan penyediaan sarana transportasi darat untuk membantu mengangkut hasil produksi pertanian menuju dermaga.

“Pemerintah dimanapun menginginkan masyarakatnya hidup sejahtera. Tetapi persoalan di Papua, aksesibilitasnya masih sulit. Bagaimana masyarakat bisa sejahtera, kalau untuk dapat seratus ribu saja pikul karung dengan menempuh perjalanan berhari-hari. Bagaimana bisa sejahtera kalau kondisi riilnya seperti ini. Inilah alasan mengapa kami tetapkan titik pertumbuhan, supaya masyarakat sejahtera mereka lebih mudah memasarkan hasil pertanian,” ujar Bupati. (ISA)

Tinggalkan Balasan