Ratusan Warga Toraja mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, menuntut pengungkapan kasus pembantaian ibu rumah tangga dan dua anak di daerah tersebut baru-baru ini.

Warga Bintuni Geruduk Markas Polisi

TELUK BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com – Ratusan warga yang didominasi oleh Suku Toraja kembali mendatangi Mapolres Teluk Bintuni. Mereka menuntut penuntasan kasus pembantaian yang menewaskan seorang ibu rumah tangga dan dua anaknya yang masih balita yang terjadi 25 Agustus lalu.

Sebelumnya massa yang pada umumnya mengenakan pakaian hitam dan berikat kepala merah melakukan pawai dari kilometer tiga hingga kampung argosigemerai dan finish di kantor Polres Teluk Bintuni.

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Teluk Bintuni, Mathius Baba dalam orasinya menuntut pihak kepolisian menyelesaikan kasus tersebut. “Kami  menginginkan agar kasus ini cepat terungkap. Tuntutannya pelaku segera ditangkap dan dihukum mati,” tegasnya.

Untuk rekonstruksi kasus ini, diinginkan dilakukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), yaitu di rumah korban yang terletak di km 7 Bintuni. “Pelaku jika sudah ditangkap, harus dihadirkan dan diperlihatkan ke publik, baik secara langsung maupun melalui media massa, maupun media elektronik,” desak pendemo.

Pihak kepolisian juga diminta untuk tidak melakukan rekayasa kasus ini dengan melindungi pelaku. Selain pihak kepolisian, para pendemo juga menuntut Pemda maupun DPRD untuk mendorong pengungkapan kasus ini.

“Kepada Pemda kami minta ikut mendorong pengungkapan kasus ini. Karena kami warga Toraja ikut andil dalam pembangunan Teluk Bintuni.  DPRD kita mohon untuk mendorong pengungkapan kasus ini. Ini adalah kasus yang sangat sadis, padahal kami adalah masyarakat cinta damai kenapa diperlakukan sesadis ini,” kata Mathius Baba.

Sementara itu perwakilan dari masyarakat adat 7 suku, H. Serimbe mengungkapkan secara tegas menolak tindakan sadis yang menyebabkan kematian. Menurutnya masyarakat Teluk Bintuni sangat cinta damai, sehingga ia meminta agar aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku dan dihadirkan ke publik.

“Foto pelaku harus ditempel dimana- mana supaya masyarakat tahu. Kami mengutuk tindakan anarkis,” ujarnya. Ia menuntut agar dalam waktu seminggu, pelaku sudah bisa ditangkap. Jika tidak, pihaknya mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar.

“Supaya satu minggu harus segera ditangkap, kalo tidak kami akan turunkan massa Teluk Bintuni, supaya ada kepercayaan dengan Polres.
Kami merasa sedih dan kecewa dengan tindakan seperti ini,” ancamnya.

Sementara itu para pendemo juga mengancam untuk lakukan mogok sekolah, jika kasus ini tidak segera terungkap. Karena korban merupakan keluarga guru yang bertugas di pedalaman Teluk Bintuni. Kekecewaan warga juga semakin besar, mengingat banyak kasus pembunuhan yang hingga kini belum berhasil terungkap.|ARI MURTI