Tugu Selamat Datang Kota Sorong

Warga Desak Hentikan Pemasangan Beton Taman Jalan Sorong Timur

AIMAS, CAHAYAPAPUA.com– Sejumlah warga menilai, beton taman jalan yang dipasang oleh kontraktor pada proyek pelebaran jalan Basuki Rahmat (BS) di Kilometer 12-13 Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, terlalu tinggi. Tingginya beton tersebut telah menyulitkan warga dalam penyebrangan terutama bagi mereka kaum wanita dan anak kecil.

Akibatnya, wargapun meminta Satuan Kerja Wilayah IX Jalan dan Jembatan segera mengintruksikan kepada kontraktor untuk menghentikan pemasangan beton tersebut, atau mengantinya dengan ukuran yang lebih rendah. Selain demi kenyamanan pejalan kaki dalam penyebrangan, juga agar tidak memicu petaka bagi pengendara, pasalnya taman jalan itu dipasang berdempetan dengan bahu jalan.

“ Belum dipasang saja, beton semen yang berbetuk segi itu telah menelan korban jiwa, seperti yang terjadi di Kilometer 13 baru-baru ini, apalagi nanti dipasang. Olehnya itu saya meminta kepada pemerintah segerah menghentikan pemasangan beton itu atau mengantikannya dengan yang ukuran lebih kecil,” ujar Ipul, sala satu warga Kilometer 13 Kota Sorong, kepada CP, Minggua (18/10).

Desakan yang sama juga datang dari Ketua RT/RW Kelurahan Klamana, Andrew. Menurutnya seyogyanya pemerintah dalam melakukan pembangunan fisik harus memikirkan segala dampak yang ditimbukan, jangan hanya melihat dari satu sisi saja, ini penting mengingat jalan Basuki Rahmat bukanlah jalan tol atau jalan kontener yang hanya dilalui kendaraan bermotor saja.

“ Pemerintah tidak memikirkan nasib para pejalanan kaki kah, yang menyebrang setiap harinya, sehingga membuat beton taman jalan Basuki Rahmat terlalu tinggi. Kasihan anak-anak SD dan para kaum wanita yang mengunakan rok panjang, mereka banyak yang mengeluh” ujar Warmasen.

Menurutnya, pemasangan beton taman jalan itu boleh saja dilanjutkan, asalkan pemerintah mampu membangun jembatan penyebrangan disetiap gang/kompleks rame pendudukan agar dapat dilalui para pejalan kaki. Kalau pemerintah mampu menurutnya, lanjutkan saja pemasangan beton taman jalan itu.

Sebaliknya, kalau pemerintah tidak mampu sebaiknya hentikan saja, sebelum warga melancarkan protes yang lebih besar dan membongkar sendiri beton-beton tersebut yang sementara masih dikerjakan oleh kontraktor.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala Satker Wilayah IX Jalan dan Jembatan Provinsi Papua Barat, Paulus Papan, belum berhasil dimintai tanggapannya mengenai desakan masyarakat ini. |NASIR