Ilustrasi Kasus Penembakan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Ratusan warga Sanggeng, kemarin pagi, memblokade ruas jalan utama kota Manokwari tepatnya di depan kantor Bank Mandiri pasca peristiwa penembakan terhadap seorang warga setempat, Selasa (17/11), selama 3 jam.

Jalan diblokade menggunakan material kayu dan batu sekitar pukul 10.00 pagi. Warga bahkan sempat melemparkan batu ke kerumunan aparat kepolisian yang hendak meredam aksi tersebut.

Massa juga sempat berjalan kaki menuju kantor Polda Papua Barat yang terletak di bekas kantor bupati lama, untuk menuntut kejelasan oknum dibalik kasus tersebut. Blokade baru dibuka sekitar pukul 13.00 setelah perwakilan mencapai kesepakatan dengan kepolisian. Warga menduga oknum Brimob terlibat dalam penembakan itu.

Kepala Satuan Reserse Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol Heri Heryandi membenarkan oknum yang menembak salah satu warga Sanggeng tersebut merupakan anggota Brimob Papua Barat. Namun yang bersangkutan pada April lalu telah dimutasi ke Polda Papua.

Menurut Heri, oknum Brimob berisial R tersebut menembak CR seorang atlet tinju dan pelatihnya A sekitar pukul 5 pagi kemarin, ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk berlatih di sasana tinju di daerah itu.

Saat itu CR dan R bersama seorang lagi menggunakan satu motor. Namun tiba-tiba muncul A dari samping kanan yang langsung melepaskan tembakan yang menembus lengan atas A dan menyerempet punggung CR yang saat itu berposisi sebagai pengemudi motor.

Heri mengatakan polisi masih menyelidiki proyektil peluru yang ditemukan untuk membuktikan kepemilikan proyektil tersebut. “Karena yang saya cek, Kasat Brimob Papua memang memberikan tugas kepada yang bersangkutan ke Manokwari namun dia tidak dibekali dengan senjata, makanya biar jelas proyektil tersebut harus diuji balistik,”ujarnya kemarin.

Dirinya juga mengatakan yang bersangkutan telah di panggil ke Polda Papua Barat untuk dimintai keterangan. “Kalau memang anggota salah, meskipun dia dari Papua tetap kita proses hukum. Kalau memang terbukti dia bersalah, tetapi jika tidak terbukti berarti ada senjata lain yang digunakan,”jelasnya.

Dirinya juga menegaskan, jika hal tersebut terbukti maka yang bersangkutan tidak hanya dikenai pidana umum namun pidana disiplin kepolisian juga akan digunakan dalam kasus tersebut. “Kalau kena hukuman lebih dari tiga bulan berarti bisa dipecat, karena itu menyangkut dengan sidang Kode Etik. Jadi ngak ada yang kebal hukum sekalipun itu anggota Polri,” tegasnya. |ADITH SETYAWAN