Syaifudin Furu, Koordinator Veteran Kaimana.

Warga Kaimana Tolak KTT MSG

KAIMANA, Cahayapapua.com—— Warga Papua di Kabupaten Kaimana mengutuk keras kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) atau perkumpulan negara Melanesia yang akan dilaksanakan di Vanwatu/Hionaira. Pasalnya, salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah membahas peningkatan status keanggotaan United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) menjadi anggota penuh MSG.

Penolakan ini disampaikan Koordinator Pejuang Veteran Kabupaten Kaimana, Syaifudin Furu menanggapi informasi yang beredar terkait bakal bergabungnya ULMWP dalam keanggotaan MSG. Dikatakan, sampai kapan pun Papua tidak akan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Papua tegasnya merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari NKRI. Olehnya Syaifudin mengajak seluruh masyarakat Papua terutama di Kabupaten Kaimana agar bersatu dan tetap konsisten menjaga keutuhan NKRI. Masyarakat Papua wajib menjaga keutuhan NKRI dari dari orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Masyarakat juga diminta tidak terprovokasi oleh berbagai hasutan yang menginginkan agar masyarakat Papua bergabung dalam kelompok separatis.

“Kami menolak dan mengutuk kegiatan KTT MSG yang akan dilaksanakan. Sampai kapan pun Papua tidak akan lepas dari wilayah NKRI. Saya mengajak masyarakat Papua, baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat, khususnya di Kabupaten Kaimana agar tetap konsisten dan bersatu padu menjaga keutuhan NKRI. Masyarakat Papua jangan sampai terprovokasi oleh hasutan orang-orang atau kelompok tertentu agar bergabung dalam kelompok separatis dan memisahkan diri dari NKRI,” tegasnya.

Lebih jauh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kaimana ini juga mengajak masyarakat Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh hasutan pihak asing yang mendukung kemerdekaan Papua. “Masyarakat jangan mau dibodohi oleh negara asing yang menjanjikan sesuatu untuk kemerdekaan Papua.

300 tahun lamanya kita dijajah, tanpa diberikan kebebasan untuk mengenyam pendidikan dan lainnya yang mengakibatkan masyarakat Papua tidak berkembang. Mereka yang menjajah hanya mencari kekayaan alam Indonesia yang sebagian besar ada di Papua. Mari kita bersatu mempertahankan keutuhan NKRI. Papua adalah bagian integral yang tidak akan terpisahkan dari NKRI,” pungkas Syaifudin Furu. (ISA)

Tinggalkan Balasan