KAIMANA, Cahayapapua.com—  Masyarakat Kampung Lumira – Distrik Kaimana hingga saat ini masih mengalami kesulitan air bersih. Sumber air yang selama ini digunakan untuk konsumsi sehar-hari berada jauh dari kampung. Untuk mengambilnya mereka terpaksa mendayung perahu menyeberangi lautan. Mereka berharap Pemerintah Daerah dapat memperhatikan masalah ini melalui program pipanisasi.   

Kepada Cahaya Kaimana di Kampung Lumira belum lama ini, masyarakat berharap agar kebutuhan air bersih masyarakat Kampung Lumira mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Dikatakan, program air bersih harusnya diprioritaskan karena air bersih merupakan kebutuhan hidup yang sangat vital. “Yang masih susah sampai hari ini air bersih. Mata air ada tapi jauh disebelah gunung. Memang ada beberapa titik mata air di dekat-dekat sini tapi debitnya kecil dan kalau air laut naik, dia tertutup air garam. Kalau yang di gunung sana bisa diambil setiap saat tapi harus dayung perahu. Mungkin pemerintah bisa bantu kah dengan program pemasangan pipa supaya air lebih dekat di kampung,” harap warga.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kampung Lumira Yordan Oruw. Ia menjelaskan, sumber air bersih berada ditengah hutan pada jarak kurang lebih 3 kilometer dari pusat kampung. Untuk bisa dialirkan ke kampung, dibutuhkan fasilitas mesin pemompa dan pipa. Diakui, kebutuhan air bersih ini telah diusulkan melalui Musrenbang, namun hingga saat ini belum dipenuhi.

“Sumber airnya ada beberapa tapi yang debitnya agak besar ada ditengah hutan, kurang lebih tiga kilometer dari kampung. Untuk  bisa sampai di kampung itu selain pipa juga perlu bantuan mesin. Sudah diusulkan melalui Musrenbang tapi belum diakomodir. Kami memang mau supaya air bersih ini dibiayai APBD karena pasti butuh dana besar. Dana desa sepertinya tidak cukup karena mau dipakai untuk kegiatan lain,” jelas Yordan saat disinggung terkait dana desa. (ISA)

Leave a Reply