Tim sar gabungan dari Badan Sarnas Manokwari, TNI, Polri, Orari dan Rapi melakukan pencarian penambang emas yang hanyut di Manokwari sejak 6 November lalu

Warga Manokwari diimbau tidak memfasilitasi penambangan ilegal

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Panglima Daerah Militer XVIII/Kasuari, Papua Barat Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mengimbau warga dan seluruh komponen masyarakat di Manokwari untuk tidak memfasilitasi aktifitas penambangan emas ilegal di daerah ini.

Ditemui di Manokwari, Kamis, Wayangkau mengatakan, TNI bersama Polri terus memantau aktifitas pertambangan ilegal di daerah tersebut.

“Namanya pencuri mereka akan terus berupaya agar aksi mereka tidak ketahuan. Mereka berusaha melakukan penambangan secara sembunyi-sembunyi,” kata Joppye.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama memberantas aksi ilegal penambangan tersebut. Selain merugikan daerah aktifitas tersebut dinilai dapat mengancam keseimbangan ekologi lingkungan.

“Kami memantau, namun kemampuan kami terbatas dari jumlah persunil dan alat pendukung. Lokasi penambangan ini sulit dijangkau,” katanya lagi.

Untuk itu, kata dia, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sangat diharapkan. Joppye tak ingin warga justru memfasilitasi serta melindungi aksi pencurian sumber daya alam tersebut.

“Orang yang datang dari luar Manokwari pasti akan kesulitan untuk melakukan penambangan disitu, kalau tidak difasilitasi orang-orang di situ sendiri. Untuk itu mari kita sama-sama menghentikan ini,” ujarnya lagi.

Menurutnya, jika memang ada potensi emas di daerah tersebut sebaiknya penambangan dilakukan secara legal. Sehingga akitifitas pertambangan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan kajian mendalam.

“Kalau pertambangan legal, berarti harus melalui tahapan studi baik dari sisi lingkungan maupun ekonominya. Kalau ilegal seperti ini tidak jelas, mereka pasti menambang secara aembarangan tanpa memperhatikan aspek lingkungan,” katanya. (ibn)

Leave a Reply

%d bloggers like this: