Bupati Bernadus Imburi-Wabup Paulus Indubri menyalami masyarakat Distrik Teluk Duairi sewaktu melakukan Kunker ke wilayah setempat, 19 Juli 2016.

Warga Minta Asrama untuk Pelajar Teluk Duairi di Wasior

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com – Masyarakat distrik Teluk Duairi meminta pemkab Teluk Wondama menyediakan asrama atau pemondokan untuk tempat tinggal anak-anak mereka yang sedang menempuh studi di Wasior.

Permintaan tersebut disampaikan kepada Bupati Bernadus A.Imburi pada saat melakukan kunjungan kerja di ibukota distrik di Aisandami, Selasa (19/7).

Setiap tahun belasan hingga puluhan pelajar tamatan SMP dari wilayah Teluk Duairi melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau sederajat di kota Wasior dan sekitarnya. Ini karena sampai sekarang ini belum ada SMA di wilayah setempat.

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat sebagian besar orang tua siswa asal Teluk Duairi merasa kesulitan lantaran harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar kos-kosan untuk anak-anak mereka.

“Kami minta ada penginapan (asrama) untuk anak-anak sekolah dari Utara (Bagian Utara Wasior). Karena ini yang selalu terkendala bagi kami orang tua sehingga selalu jadi beban pikiran bagi kami. Sampai kapan itu ada, “ ujar tokoh masyarakat Aisandami Lamber Wamati.

Lamber juga mengharapkan agar ke depan Dinas Pendidikan memprogramkan pembangunan satu unit SMA di wilayah Teluk Duairi agar anak-anak mereka tidak perlu jauh-jauh ke Wasior atau bahkan ke Manokwari.

Terkait itu, Bupati minta Dinas Pendidikan dan Bappeda  melakukan kajian agar ke depan apa yang dikeluhkan warga bisa dituntaskan. Sejauh ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Abraham Baibaba, Pemda telah menyediakan 2 tempat pemondokan masing-masing untuk pelajar dari Naikere dan pelajar dari wilayah Sough Wepu.

Namun dalam perjalanannya, asrama tersebut lebih banyak dihuni oleh warga non pelajar. Karena itu ke depan perlu dilakukan evaluasi sehingga pemondokan yang disediakan bisa tepat sasaran.

“Untuk asrama yang diminta masyarakat Teluk Duairi kita akan upayakan. Sementara untuk bangun SMA, memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, harus dilihat berapa SMP yang sudah ada, berapa siswa SMP yang lulus setiap tahun dan lainnya. Tapi kita upayakan tahun depan bisa ada SMA di sini, “ jelas Baibaba. (BRV)

Tinggalkan Balasan