Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma.

Warga Minta Pembangunan PLTMG Dipercepat

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pemadaman listrik kembali mengganggu aktivitas masyarakat Kota Kaimana dan sekitarnya. Pemadaman tidak hanya terjadi malam hari, tetapi juga siang hari. Bahkan selain bergilir, beberapa kali juga listrik mendadak  mati total. Menghadapi kondisi ini, masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah dan DPRD memberikan dukungan penuh bagi terbangunnya fasilitas PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas).

Pemerintah Daerah dan DPRD diminta membuang sikap ego yang menghambat proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Listrik lanjut warga, sudah menjadi kebutuhan utama sehingga apabila ada program pusat yang berkaitan dengan listrik diharapkan segera ditanggapi.

“Selama ini kita terus dililit persoalan mati lampu. Lalu belakangan kami dengar ada program PLTMG yang diberikan pemerintah pusat. Tunggu apalagi, kenapa pemerintah dan DPRD tidak bergerak cepat menanggapi bantuan itu. Jauhkan itu sikap ego sektoral, listrik itu bagian dari kebutuhan utama masyarakat. Kalau memang ada yang harus pemerintah daerah tanggung untuk mempercepat hadirnya PLTMG segera lakukan,” pinta warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang kecipratan jatah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dari Program Indonesia Terang Presiden RI Joko Widodo. Jatah untuk Kabupaten Kaimana diberikan sebesar 10 Mega Watt dari total 580 MW untuk Papua dan Papua Barat.

Dari hasil survey dan studi lokasi yang dilakukan pihak PLN bersama instansi teknis lingkup Pemkab Kaimana, pembangunan PLTMG Kaimana layak berada di pesisir pantai Kampung Coa. Luas lahan yang dibutuhkan 4 hektar, dengan kedalaman laut sebagai tempat berlabuh kapal pensuplai gas minimal 7 meter.

Terkait program ini, 18 Oktober 2016, telah berlangsung pertemuan antara pihak PLN dengan Pemerintah Daerah di Ruang Rapat Kantor Bupati. Dalam pertemuan, Manager Unit Pelaksana Pembangunan PLTMG Papua Barat, Abdullah Hatari menjelaskan, pembangunan PLTMG ini harus tuntas pada 2017 sehingga pada tahun 2019 bisa dinikmati oleh seluruh daerah yang mendapat jatah PLTMG.

Mendukung program ini, Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma merekomendasikan lahan pembangunan PLTMG di lokasi dekat Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Kampung Coa. Bupati tegaskan, Pemerintah Kabupaten Kaimana mendukung penuh pembangunan PLTMG di Kabupaten Kaimana sebagai tindaklanjut dari kebijakan Papua Terang Presiden RI Joko Widodo.  

Menurut Bupati, program ini akan sangat membantu masyarakat Kaimana yang selama ini dililit persoalan pemadaman listrik akibat pasokan listrik PLN yang terbatas. Bupati akui, pasokan listrik dari PLN sangat minim karena sesuai laporan, total daya yang dipasok untuk kebutuhan listrik masyarakat Kaimana dan sekitarnya hanya 2 MW.

“Kalau bertanya kepada bupati, lokasi yang pas untuk PLTMG adalah  PPI Coa. Mereka akan sedikit menimbun pantai kurang lebih 50 meter dari talud PPI lalu akan melakukan pemasangan pipa ke laut. Bisa dibayangkan kalau kita dapat 10 MW lagi, itu sudah pasti tidak ada lagi pemadaman listrik. Kita bisa pakai untuk penerangan disetiap jalan, baik jalan utama maupun jalan setapak. Kita berharap program ini tidak dialihkan ke daerah lain karena kita lamban menanggapi,” ungkap Bupati.

Merealisasikannya, pada APBD TAhun Anggaran 2017 yang baru saja ditetapkan, Pemerintah Daerah telah menganggarkan dana hibah kepada PLN untuk kegiatan penimbunan lokasi PLTMG. Namun DPRD Kaimana berharap agar dana yang dialokasikan dan pembangunan fasilitas PLTMG tidak dilakukan sebelum adanya hasil audit BPK dalam hal ini BPK RI Perwakilan Papua Barat. (ISA)

Tinggalkan Balasan