ilustrasi Alokasi Dana Desa

Warga Moskona keluhkan anggaran dana kampung menurun

BINTUNI, Cahayapapua.com— Salah satu tokoh pemuda dari wilayah Moskona, Piter Masakoda mengeluhkan adanya penurunan anggaran dana kampung atau Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Teluk Bintuni.

Pasalnya, pemangkasan ADD sekitar kurang lebih Rp. 50 juta tersebut tidak disertai dengan penjelasan dari tim anggaran. Hal ini dinilai sangat merugikan pemerintah kampung yang sedang membutuhkan anggaran untuk program pembangunan kampung.

“Kami selaku tokoh pemuda Moskona menilai bahwa pemangkasan anggaran kampung tersebut tidak disertai dengan penjelasan. Seharusnya bapak bupati bersama tim anggaran menjelaskan ke publik tentang pemangkasan anggaran 50 juta dari Alokasi Dana Desa. Setahu kami tidak ada aturan bupati yang mengatur soal pemotongan tersebut,” kata Piter Masakoda melalui Whatsapp, Selasa (29/8).

Dia mengatakan pemerintah daerah seharusnya manambah dana kampung, sebab sejauh ini anggaran bagi kampung devinitif dan kampung pemekaran yang ada di wilayah Moskona sangat kurang.

“Kalau dipangkas seperti ini kami mau bangun kampung bagaimana. Biaya ongkos mobilisasi material ke wilayah Moskona saja sudah besar,” keluhnya.

Pada awal Agustus lalu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Teluk Bintuni, Agus Wiratno, mengatakan jumlah ADD tahun ini mencapai Rp. 71 miliar.

Anggaran tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni untuk kampung pemekaran sebesar Rp. 36 miliar lebih dan kampung induk sebesar Rp. 34, 5 miliar. “Ada penurunan dari tahun lalu, karena transfer pusat berkurang. Tahun lalu kampung pemekaran mendapat Rp. 300 juta sekarang mendapat Rp. 250 juta,” kata Agus di ruang kerjanya.

Dia mengatakan tiap kampung induk mendapat ADD yang berbeda antara Rp 200 sampai Rp900 juta, ditentukan dari  klasifikasi seperti jumlah penduduk, luas wilayah, dan jangkauan.

Jumlah seluruh kampung di Bintuni saat ini sebantyak 260 terdiri dari 145 kampung pemekaran dan 115 kampung induk.

Dari catatan Cahaya Papua, jumlah ADD Teluk Bintuni tahun 2016 mencapai Rp. 100 miliar. Sementara tahun ini hanya berkisar diangka Rp. 71 miliar lebih. Ada penurunan hingga mencapai Rp. 28 miliar lebih. (art)

 

Tinggalkan Balasan