Ilustrasi. | Tribun News

Warga Nilai Tarif Angkutan Umum dan Harga Bapok Masih Tinggi

SORONG,CAHAYAPAPUA.com— Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium telah turun seperti diumumkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, namun harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi di Kota Sorong tetap tinggi. Pemerintah setempat diminta segera mengambil langkah untuk menormalkan kondisi tersebut.

Andhikan (23), Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Kota Sorong, Rabu (28/1/2015) sangat menyayangkan sikap pemerintah yang belum mengambil langkah konkrit untuk menstabilkan kembali tarif angkutan umum.

Ia mencontohkan, sebelum BBM dinyatakan naik pada akhir Desember 2014, tarif angkutan kota sudah naik, padahal belum ada keputusan resmi dari pemerintah tentang kenaikan harga BBM. “Dulu sebelum BBM naik harga taksi sudah naik, kenapa sekarang harga BBM sudah resmi diturunkan tapi tarif taksi belum turun,” kata Andhikan kesal.

Hal senada disampaikan Samuel (30), salah satu tokoh Pemuda di Kota Sorong. Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah nyata menyikapi penurunan harga BBM yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu. Pasalnya, pasca harga BBM turun, tidak ada perubahan signifikan pada harga kebutuhan pokok.

Ia mencontohkan, ketika harga BBM dinaikan, maka harga kebutuhan pokok dan transportasi spontan ikut dinaikkan. Kini ketika harga BBM secara resmi telah diturunkan, harga kebutuhan pokok tetap mahal. “Waktu harga BBM naik, semua naik macam kompak ka, tapi pas (BBM) turun, harga bahan pokok belum turun-turun juga,” ungkapnya.

Mereka berharap, pemerintah Kota Sorong secepat mungkin mengambil langkah untuk menstabilkan tarif angkutan umum harga kebutuhan pokok sehingga tidak menambah beban hidup bagi masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah.

“Kalau bisa pemerintah di semua Papua Barat ini ambil langkah seperti operasi pasar ka, supaya kasi stabil harga kebutuhan pokok itu, supaya kita yang orang kecil ini tidak tambah susah lagi,” tutupnya.

Harga BBM jenis premium yang semula dinaikan harganya menjadi Rp. 8.500 /liter kini telah diturunkan menjadi Rp. 6.700/liter. Sedangkan jenis solar  yang semula dinaikan menjadi Rp. 7.500/liter kini diturunkan menjadi Rp. 6.400/ liter. | CJ-VIRGO ISIR

Tinggalkan Balasan