25,75 hektare lahan program cetak sawah di Manokwari

Warga Papua Belajar Garap Sawah

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Sejumlah warga asli Papua di Kabupaten Manokwari, akan belajar menggarap sawah padi dengan mendampingan intensif Dinas Pertanian, TNI Angkatan Darat dan Kelompok tani.

Komandan Distrik Militer 1703/Manokwari Letkol Andy Parulian Simanjuntak mengatakan, program cetak sawah di Manokwari sudah hampir selesai. Dari 640 hektare lahan yang dibuka pada program cetak sawah 400 hektare diantaranya siap ditanam, dan 25,75 hektare lainya sudah ditanam. Sisanya dalam tahap penyelesaian.

“Lahan yang dibuka di empat kabupaten yang menjadi wilayah kerja Kodim pada program pencetakan sawah tahun ini secara keseluruhan seluas 1.390 hektare,” kata dia.

Di Manokwari Dinas Pertanian bersama  Kodim Manokwari membuka lahan seluas 640 hektare, Manokwari Selatan 400 hektare, Teluk Bintuni 100 hektare Teluk Wondama 150 hektare.

Pada program ini, lanjutnya, ada enam orang asli Papua di Manokwari yang memiliki tekat kuat untuk terlibat menggarap sawah. Enam orang tersebut, masing-masing akan menggarap satu hektare.

“Mereka tergabung dalam kelompok tani di Kampung Sidomuncul, Distrik Masni. Pendampingan akan dilakukan agar mereka juga berhasil seperti petani lainya,” imbuhnya.

Dandim menyebutkan, pada minggu kedua Agustus 2016 peluncuran penanaman serentak di 400 hektare lahan yang siap tanam akan dilakukan. Pendampingan dilakukan sejak proses pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Keterlibatan warga lokal dalam menggarap sawah padi baru pertama kali di Manokwari. Bagi mereka, menggarap sawah merupakan hal baru.

“Mereka memang petani tapi belum pernah menggarap sawah. Selama ini mereka berkebun dan cenderung menggarap lahan yang relatif tidak terlalu membutuhkan air seperti sawah padi,” ujarnya.

Seperti diketahui, petani dari kalangan masyarakat lokal selama ini cenderung menanam umbi-umbian, sayur dan tanaman biji-bijian di lahan kering. Pertanian padi sawah dilakukan oleh masyarakat yang didatangkan melalui program Transmigrasi.

Pada program cetak sawah pemerintah akan menerapkan manajemen dan pola pertanian modern yang terpusat pada kelompok tani.

Andy menambahkan, program cetak sawah baik di Papua dan Papua Barat ditarget selesai pada 30 Agustus. Ia optimisitis Kodim mampu memenuhi target tersebut.

“Di Manokwari Selatan masih dalam pengerjaan yang dalam waktu dekat akan selesai, begitu pun Teluk Bintuni.  Di Teluk Wondama pengirim peralatan sedang dilakukan,” pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan