Penjabat Bupati Yusak Wabia bersama Kepala Suku Besar Arfak saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu. | Dok Humas Pegaf

Warga Pegaf Minta Aparat Pemkab Berkantor di Anggi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Warga Pegunungan Arfak mendesak penjabat bupati dan kepala satuan kerja berangkat daerah (SKPD) di kabupaten tersebut memanfaatkan fasilitas kantor pemerintahan yang sudah dibangun di Pegaf.

Ely Saiba, salah satu warga Pegunungan Arfak kepada Cahaya Papua, Jumat (9/10/2015) mengatakan, sudah beberapa bulan belakangan ini, aktivitas pemerintahan Pegaf berlangsung di Manokwari. Sementara kantor pemerintahan yang dibangun pada masa kepemimpinan caretaker bupati, Dominggus Mandacan dibiarkan kosong tanpa aktivitas.

“Kami mendesak, seluruh aktivitas pemerintahan kembali ke Pegaf, Kantor bupati saat ini sunyi diselubungi rumput setinggi lutut orang dewasa. Tidak ada orang satu pun, karena semua di Manokwari,”ucapnya.

Karena hampir seluruh SKPD melaksanakan aktivitas pelayanan di Manokwari, maka masyarakat setempat kesulitan memperoleh pelayanan.

“Pemerintah sudah memberikan mereka fasilitas. Selain kantor, mereka juga sudah diberikan mes pejabat dan kendaraan dinas. Tapi kenapa, masih tetap memilih untuk berkantor di Manokwari?”imbuhnya.

Saat ini, lanjut Ely, aparatur negara yang bertugas di kabupaten tersebut, hanya angggota TNI, sejumlah tenaga medis dan guru serta anggota POLRI.| MUHAMMAD RIZALDY