Masyarakat Kampung Warami Distrik Tanah Rubuh menyambut bupati dan rombongan dengan prosesi khusus, Kamis (11/12/2014) Foto: CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Warga ‘Tagih’ Bupati Soal Rumah Korban Kasus Warnyeti

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Sudah sekitar 3 bulan berlalu, namun hingga kini belum juga ada kepastian pembangunan kembali rumah warga kampung Warnyeti, distrik Tanah Rubuh yang dibakar massa sebagai buntut dari penembakan oleh oknum warga setempat yang menewaskan seorang pemuda.

Pemkab Manokwari diharap tidak mengabaikan nasib puluhan warga yang terpaksa kehilangan rumah itu. Selama ini warga korban kasus Warnyeti hanya menempati rumah seadanya yang dibangun sendiri. Sebagian lain masih menumpang di rumah kerabat mereka.

“Bapak Bupati tolong perhatikan rumah masyarakat yang terbakar. Kemampuan mereka terbatas (untuk bisa membangun kembali rumah mereka), “ kata Lewi Mandacan, tokoh masyarakat sekaligus seorang kepala suku di distrik Tanah Rubuh.

Harapan itu disampaikan kepada Bupati Manokwari Bastian Salabai pada saat berkunjung Tanah Rubuh, Kamis (11/12/2014), untuk meletakan batu pertama pembangunan kunci stori dan pagar keliling gereja GPKAI Jemaat El-Olam di Kampung Warami, distrik Tanah Rubuh.

Seperti pernah diberitakan, setidaknya lebih dari 20 rumah warga dibakar pada peristiwa amuk massa itu. Lebih dari 2 pekan warga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, sesuai keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manokwari Raymon Yap, pembangunan kembali rumah warga korban kasus Warnyeti menjadi tanggung jawab bersama antara Pemkab Manokwari, Pemkab Manokwari Selatan dan Pemprov Papua Barat.

Ini sesuai kesepakatan yang dicapai dalam rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpau di Swissbel-Hotel beberapa hari setelah peristiwa pembakaran terjadi.

Ketika itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir juga membenarkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Warnyeti menjadi tanggungjawab Pemprov Papua Barat karena lokasi kejadian berada pada perbatasan antara Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Mansel.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi itu dilaksanakan. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan