Kantor DPR Papua Barat

Warinussy Keluarkan Pernyataan Terbaru Soal Status Ketua DPRPB

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy menyatakan, tarik menarik jabatan ketua DPR Papua Barat telah melemahkan kelembagaan DPR Papua Barat.

“Tarik-menarik oleh orang-orang atau para pihak yang tidak berlandaskan hukum ini sesungguhnya telah melemahkan DPR. Masyarakat juga dibuat rugi atas kondisi yang ada saat ini,” kata Yan Warinussy, Selasa (24/11/2015).

“Masyarakat rugi karena memilih orang-orang yang duduk di DPR yang tidak menunjukan produktivitas untuk menghasilkan produk hukum daerah yang tidak bisa menjalankan kebijakan daerah,” ujar dia.

Warinussy mengatakan, partai Demokrat adalah pemilik hak untuk menduduki jabatan ketua DPRPB. Ia juga mengatakan aspirasi masyarakat yang menghendaki ketua DPRPB dijabat orang asli Papua juga sah. Meski demikian, Warinussy menegaskan, aspirasi tersebut belum didukung dengan peraturan perundang-undangan. Bahkan didalam Undang-Undang Otsus tidak ada satu klausal yang mengaturnya.

Warinussy bahkan menilai sikap gubernur yang mendukung aspirasi tersebut secara langsung telah melemahkan kelembagaan DPRPB. “Silahkan mendukung aspirasi masyarakat, tapi mana produk hukumnya. Kalau seperti ini artinya gubernur ikut melemahkan DPR. Gubernur juga melanggar hak konstitusional rakyat untuk menikmati pembangunan,” paparnya.

Warinussy menambahkan, dinamika yang muncul akibat sikap politik gubernur telah merusak tatanan yang berlaku di negara ini, yang dilakukan secara sadar. “Yang seharusnya dilakukan adalah, semua pihak menahan diri dan mengembalikan hak itu kepada DPR supaya pimpinan yang ada saat ini menentukan sikap sesuai mekanisme yang sudah dilakukan selama ini. Soal aspirasi itu biarkan disikapi sesuai mekanisme DPR yang ada. Jangan paksakan kehendak yang justru melanggar demokrasi, melanggar hak demokrasi kita sendiri,” tandasnya. |RASYID FATAHUDDIN