Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Royke Lumowa

Warning Perjudian, Sanggeng Jadi Perhatian Polda

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Royke Lumowa menegaskan segala aktifitas perjudian yang dilakukan di Papua Barat hendaknya dihentikan. Pasalnya hal tersebut melanggar Undang-undang.

Kapolda juga menegaskan, khususnya wilayah ibukota Provinsi Papua Barat yakni Kabupaten Manokwari agar tidak melanggar norma-norma hukum.

Belum lama ini Kapolda Papua Barat bersama jajarannya memberikan peringatan kepada masyarakat di wilayah Sanggeng yang terkenal dengan aktifitas perjudian yang hampir tak bisa tersentuh oleh aparat penegak hukum.

“Jadi kami harapkan yang kemarin itu adalah teguran terakhir, besok-besok tidak boleh ada lagi,” tegas Kapolda usai seminar Polmas di Swiss Belhotel, kemarin.

Jika masih ada aktifitas perjudian di wilayah tersebut, maka pihak kepolisian tidak segan-segan memberikan teguran yang lebih keras lagi.

“Kalau ada masih ada kedepan, saya pikir itu sudah keterlaluan, pasti akan ditindak tegas dan itu menjadi perhatian saya khusus, karena semua elemen masyarakat tidak setuju hal itu,” tegasnya.

Kapolda juga mengakui untuk wilayah Papua Barat terdapat beberapa kabupaten yang marak dengan aktifitas perjudian, baik perjudian togel (toto gelap), judi kartu, judi bola guling, judi online dan judi sabung ayam.

Untuk itu sebagai penyakit masyarakat, dirinya berharap peran masyarakat rumah ibadah serta tokoh-tokoh agama, adat dapat bersama-sama membasmi penyakit tersebut.

Sebelumnya Polda Papua Barat bersama Polres Manokwari yang dibackup Brimob Polda Papua Barat Rabu lalu memberikan teguran keras kepada masyarakat Sanggeng yang terkenal dengan judi togelnya.

Dalam pemberian teguran tersebut Polda Papua Barat sempat mendapat perlawanan oleh masyarakat setempat.

Alhasil, salah satu mobil milik Direktur Intel Polda Papua Barat lempari dengan batu dan dirusaki menggunkan Kampak. Saat ini Polda Papua Barat telah mengamankan beberapa barang bukti berupa Kampak dan kupon togel milik para bandar di wilayah itu. |ADITH SETYAWAN|BUSTAM