Wartawan Sorong Raya melontarkan protes kepada Lantamal XIV Sorong yang beberapa waktu melarang wartawan meliput peledakkan kapal asing penangkap ikan di Sorong, Jumat (19/8). Wartawan sempat berorasi di pusat kota sebelum menuju kantor Lantamal XIV Sorong.

Wartawan Protes Klaim Lantamal XIV Sorong

SORONG, Cahayapapua.com—- Puluhan wartawan Sorong Raya melontarkan protes terhadap pelarangan liputan pemusnahan kapal asing penangkap ikan ilegal oleh Lantamal XIV Sorong melalui aksi demonstrasi di daerah itu selama beberapa saat, Jumat (19/8).

Lantamal XIV Sorong sebelumnya dinyatakan melarang sejumlah warwatan yang hendak meliput pemusnahan kapal asing penangkap ikan ilegal di daerah itu, sebagai bagian dari pemusnahan kapal asing yang dilakukan Kementerian Kelautan bertepatan dengan HUT RI ke 71.

Wartawan melakukan protes dengan cara melakukan aksi orasi di Lampu Merah Perempatan Terminal Kota Sorong kurang lebih 30 menit yang cukup menganggu arus lalu lintas.

Setelah itu para kuli tinta ini melanjutkan aksi menuju halaman Kantor Lantamal XIV Sorong untuk bertemu langsung dengan Komandan Lantamal XIV Sorong.

Selama perjalanan para wartawan tersebut menunjukkan pampflet-pampflet yang bertuliskan, “Oknum TNI Jangan Tindas UU Pers dan KIP”, “Jurnalis Belum Merdeka Diusia Kemerdekaan RI ke 71” dan “Jurnalis Tolak Arogansi (terhadap) Pers”.

Ketua PWI Sorong Raya, Ruben Isir yang memimpin aksi, sempat menegaskan permintaan wartawan untuk bertemu langsung Komandan Lantamal XIV Sorong dalam orasinya di depan Kantor Lantamal Xiv Sorong.

“Kita ingin ketemu langsung dengan Komandan Lantamal. Beliau harus menjelaskan alasan melarang wartawan meliput, apa sebabnya?” tegas Ruben Isir.

Menjawab itu, pihak Lantamal XIV hanya memberikan penjelasan singkat yang mengklaim bahwa larangan itu berasal dari Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Ini perintah dari kementrian untuk tidak meliput, jadi kami lanjutkan aja, karena sebelumnya Negara tetangga menyurati kementerian tentang peledakkan (kapal) milik mereka,” kata salah satu anggota Lantamal di ruang rapat.

Merasa tidak mendapat jawaban yang memuaskan para wartawan akhirnya membubarkan diri dan menyatakan akan memboikot seluruh pemberitaan tentang Lantamal XIV Sorong. (NSR)

Tinggalkan Balasan