Ilustrasi

Wasior krisis BBM, Dewan minta Pemkab ambil langkah konkrit

WASIOR, Cahayapapua.com— Kelangkaan BBM terutama bensin maupun pertalite di kota Wasior dan sekitarnya masih terjadi hingga Jumat (25/8). Krisis BBM yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir membuat aktivitas warga terhambat.

Banyak PNS yang memilih tidak masuk kantor karena kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang mereka miliki sudah tidak terisi BBM. Demikian pula para tukang ojek yang terpaksa berhenti beroperasi lantaran tangki motor kosong.

“Saya sudah dua hari ini tidak masuk kantor karena bensin meti (kosong),” ujar seorang PNS yang meminta namanya dirahasiakan di temui di Wasior, Jumat siang.

Sesuai pantauan, kompleks perkantoran Pemkab Teluk Wondama di Isiei tampak lengang pada Jumat kemarin. Diyakini salah satu penyebab pegawai malas masuk kantor adalah karena ketiadaan bahan bakar untuk kendaraan.

Krisis BBM yang terjadi rupanya juga mendapat perhatian dari DPRD Teluk Wondama. Dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian LPJ Bupati atas pelaksanaan APBD 2016, Jumat sore, Wakil Ketua I Remran Sinadia angkat bicara terkait kelangkaan BBM yang tengah terjadi.

DPRD menyarankan perlu adanya langkah konkrit yang diambil Pemda bersama dengan pihak terkait agar kelangkaan BBM tidak terus terjadi di Wondama.

“Tugas kita semua duduk bersama kita cari jalan keluar sehingga ke depan kita tidak terjadi kelangkaan lagi karena ini berakibat terhambatnya aktivitas kita semua,” kata Remran dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Paulus Indubri bersama sejumlah besar pimpinan OPD.

Dari informasi yang dihimpun, kelangkaan selama beberapa hari terakhir disebabkan adanya pergantian kapal pengangkut BBM ke Wasior. Agen yang memasok BBM dari Manokwari ke Wasior masih menunggu kapal pengganti tiba di Manokwari. Kabarnya kapal baru tiba di Wasior pada hari Minggu (27/8). (brv)

 

Tinggalkan Balasan