23 peserta seleksi calon anggota Bawaslu Papua Barat, tengah mengerjakan materi ujian, Kamis (24/8).

Wawasan calon pengawas Pemilu soal politik lokal ikut diuji

Sebanyak 23 Peserta seleksi calon anggota Bawaslu Papua Barat, Kamis, mengikuti seleksi akhir calon anggota Bawaslu Papua Barat. Enam nama dari mereka nantinya akan dikirim ke Bawaslu RI untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan.

SEKRETARIS Tim Seleksi (Timsel), Wahidah Suaib mengatakan, dalam seleksi akhir tersebut Timsel akan mendalami pemahaman politik, hukum dan kepemiluan para peserta.

Mereka juga mengikuti semacam tes untuk menguji integritas dan kemampuan kepemimpinan. Terhadap mereka juga akan dilakukan klarifikasi atas masukan masyarakat yang diterima Timsel.

Wahidah juga menyebutkan, materi wawancara lainnya, yakni terkait pemahaman konteks lokal mengenai politik, sosial dan budaya (Polsosbud) di Papua Barat.

Selanjutnya, ia menuturkan, tahapan ini memiliki standarisasi nilai tertinggi, yakni 50 persen. Dan 25 persen nilai psikologi serta 25 persen kesehatan.

Pihaknya berharap dalam seleksi akhir tersebut dapat muncul nama-nama yang betul-betul memiliki pengetahuan tentang regulasi kepemiluan, berintegritas, spirit pengawasan dan penegakan hukum yang tinggi.

“Tentunya yang kita inginkan, yang paham konteks dan tantangan kepemiluan di Papua Barat. Dan memiliki track record kinerja yang baik pada jabatan sebelumnya (bagi penyelenggara Pemilu). Serta memiliki independensi yang kuat, tidak terlibat atau memiliki afiliasi dan keberpihakan pada partai politik,” terang Wahidah.

Adapun 23 peserta seleksi tersebut adalah Ibnu Mas’ud, Josep Lendo, Marlenny Momot, Syors Prawar, Hengki Wambrauw, Rionaldo H Parera, Maria Desti Satya, Mikhel Ibo, Budi Sunarso, Julius Idie, Robert B Yumame, Steven Eibe, Jamin, Triyono, CA Alfredo Ngamelubun, Nikodemus Rawar, Dominika H Andung, George Aunsi, Ishak Waramori, Wilson M Hagemur, Josephine M.L. Worisio, Ferdinand Pelamonia dan Abraham Rumandel. |LISNA BOROALLO

Tinggalkan Balasan