Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Wayangkau ajak Pemprov fokus kembangkan pertanian

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Panglima Daerah Militer XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mengajak pemerintah Provinsi Papua Barat fokus mengembangkan sektor pertanian.

Pada tanam perdana di lokasi program cetak sawah Manokwari  2017,  Rabu (11/10/2017) Pangdam mengatakan, pemerintah sudah berhasil menghentikan pengiriman beras impor. Program cetak sawah menjadi solusi ketahanan pangan bagi negeri ini.

Dia mengutarakan, Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia Mandiri dan bisa mewujudkan swasembada pangan. Untuk itu program cetak sawah digelontorkan di seluruh daerah Indonesia untuk meningkatkan produksi beras. “TNI-AD dilibatkan dalam program ini karena masalah pangan itu erat kaitanya dengan ketahanan nasional,” katanya.

Dia mengutarakan, perang yang terjadi saat ini bukanlah perang dengan mengangkat senjata. Melainkan perang dengan cara halus dengan menyentuh sendi-sendi kehidupan. “Seperti narkoba, untuk menghancurkan sebuah negara cukup dengan masukan narkoba ke negara yang dituju, yakin pelan-pelan generasi muda akan hancur yang akan disusul kehancuran negara,” ujarnya.

Wayangkau menjelaskan, pangan merupakan kebutuhan vital setiap manusia. Kerawanan pangan bisa membuat sebuah negara hancur dari dalam. Kerawanan pangan, katanya, bisa meningkatkan angka kriminalitas. Kekacauan pun dapat terjadi hingga mengganggu sistem keamanan.

“Kalau banyak orang lapar hingga dalam skala besar, tentu negara akan menjadi sasaran protes warga. Jika itu terjadi dalam jangka waktu panjang pemerintahan bisa lumpuh,” ujarnya lagi.

Dia menyebutkan, masyarakat Papua Barat saat ini mengalami ketergantungan terhadap beras. Kebutuhan beras selama ini masih didatangkan dari luar daerah.

“Bayangkan kalau kapal-kapal dari Jawa dan Sulawesi itu tidak membawa beras ke Papua Barat selama satu bulan saja. Apa yang terjadi,? Untuk itu kita juga harus serius mengembangkan pertanian,” ucapnya.

TNI-AD di jajaran Kodam XVIII, katanya, siap membantu pemerintah daerah mengembangkan pertanian padi. Melalui program cetak sawah TNI-AD sudah membuka ribuan hektare sawah baru di beberapa daerah.

Pangdam berharap, sawah baru tersebut dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan produksi beras di Papua Barat. “Mari kita sama-sama mewujudkan swasembada beras di Papua Barat. Ketahanan pangan Papua Barat harus terwujud, kita hadir untuk membantu petani,” pungkasnya. (Ibn)

Tinggalkan Balasan