Kepompong yang yang diamankan dari seorang wisatawan Prancis di Manokwai, telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah berwarna kuning keemasan. (doc.cahayapapua )

Wisatawan Prancis Yang “Kabur” dari Manokwari Belum Ditemukan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Balai Pengawasan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) belum menemukan seorang wisatawan Prancis yang kabur setelah dilakukan pemeriksaan di Manokwari, beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Wilayah Satu Balai Pengawasan dan Penegakan Hukum Kementerian LHK Wilayah Maluku-Papua Adrianus Mosa di Manokwari, Senin, mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menangkap seorang wisatawan asal Prancis yang kedapatan membawa satwa dilindungi yang hidup di wilayah hutan Kampung Mokwam, Manokwari.

Dia mengutarakan, wisatawan atas nama Didier Lionel Rossat tersebut kabur setelah dilakukan pemeriksaan. Dider melarikan diri dari hotel tempatnya menginap.

“Dia menghilang sejak 6 Maret 2017. Pihak hotel menyampaikan yang bersangkutan belum cek out, kunci hotel masih dibawa,” kata dia.

Di hotel, Didier meninggalkan satu tas ransel dan kelambu. Saat ini barang-barang milik tersangka tersebut diamankan di kantor balai bersama barang bukti kepompong dan kupu-kupu sayap burung.

Menurut Mosa, tersangka masih berada di sekitar wilayah Manokwari, sebab, yang bersangkutan sudah tidak memegang dokumen keimigrasian.

“Setelah kami tangkap dan lakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian seperti pasport dan visa kami amankan. Tanpa dokumen tersebut dia tidak bisa keluar dari Manokwari baik ke bandara maupun pelabuhan,” katanya menjelaskan.

Ia menyebutkan, Didier terancam hukuman 5 tahun kurungan penjara serta denda Rp 100 juta.

Dia manambahkan, Didier bukan baru pertama kali berkunjung ke Mokwam. Tahun 2015 lalu yang bersangkutan pernah ke lokasi tersebut dengan tujuan wisata.

“Kami belum tahu, apakah pada kunjungan sebelumnya tersangka membawa atau tidak. Waktu kami periksa, mengakunya hanya foto-foto,” sebutnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan