gosipgarut.co Ilustrasi

Wondama Dijatah 10 Kuota Pendidikan Affirmatif Action

WONDAMA, CAHAYAPAPUA.com—- Kabupaten Teluk Wondama tahun 2015 mendapatkan jatah 10 murid untuk mengikuti Pendidikan Afirmation action yang nantinya akan di berangkatkan ke Provinsi Banten.
Hal ini membuat Dinas Pendidikan ngebut untuk melakukan seleksi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melibatkan 9 SMP di Kabupaten Teluk Wondama.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Wiliam A.Torey kepada wartawan di Laboratarium SMP Negeri 1 Wasior baru-baru ini mengatakan Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM untuk Kabupaten Teluk Wondama tahun 2015 ini masuk ke angkatan yang ke tiga.
Untuk angkatan ke tiga ini dilakukan seleksi terhadap 9 SMP tingkat kabupaten. Hal ini untuk mendapatkan siswa siswi yang akan di kirim mengikuti pendidikan Adem ini. “Tidak menutup kemungkinan untuk salah satu SMP jumlahnya nanti kita lihat hasil dari seleksi ini, tentu berdasarkan rangking yang ada,” katanya saat menyaksikan seleksi terhadap para murid perwakilan dari 9 SMP yang ikut dalam seleksi tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan Kabid seleksi yang dilaksanakan saat ini memiliki model yang baru, para murid mengerjakan soal dan langsung diketahui hasil dari pekerjaannya.
“Kita mulai terapkan model yang baru yaitu di laboratorium Bahasa Inggris milik SMP Wasior, mereka mengerjakan soal-soal semua dan hasil dari jawaban dari mereka ini, langsung bisa diketahui hari ini lalu kemudian langsung diberitahukan kepada orangtua mereka sesuai hasil yang diperoleh,” katanya.
Dia juga mengatakan dari 9 SMP yang mengikuti seleksi ini, hanya 10 murid yang nantinya direkrut untuk melanjutkan sekolah ke Provinsi Banten. Tahun sebelumnya di Jawa Barat.
Sementara Kepala Sekolah SMP YPK Aitumieri Benny Borlak S.Pd mengatakan teknis pelaksanaan sangat baik, apalagi menggunakan sistim komputerisasi, agar siswa sendiri yang menentukan hasilnya. “Jadi sangat adil sekali bagi saya dan ini sangat positif untuk kemajuan pendidikan, apalagi potensi anak untuk menuju afirmasi ini sangat baik,” katanya.
Soal utusan dari SMP YPK Aitumieri sebenarnya pihaknya mengiginkan banyak siswa yang mengikutinya, namun karena dibatasi kuota hanya 10 untuk Kabupaten Teluk Wondama, kemudian waktunya singkat, sehingga tidak dapat yang diikutkan. “Kedepan kami akan memberikan yang terbaik lagi untuk mengikuti kegiatan afirmasi ini,” tuturnya.
Senada dengan Borlak, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wasior, Yustinus Rumabur S.P, MM.Pd mengatakan, jika menggunakan sistim komputerisasi, maka akan menjaga imej dari masyarakat soal transparansi dalam perekrutan.
“Ini juga supaya menjaga stigma yang menyatakan bahwa tim yang melaksanakan seleksi ini hanya pilih kasih dan sebagainya, maka kami tinggalkan stigma itu,” jelas Rumabur.
Rumabur juga berharap agar kiranya anak-anak yang mengikuti afirmasi ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Harapannya kepada anak-anak yang lolos seleksi, bisa mendapat dukungan dari pemerintah daerah guna mendorong anak-anak ini kedepan. “Karena mereka ini sebagai tongkat estafet untuk pembangunan di Kabupaten Teluk Wondama,” tuntas Rumabur. |ADLU RAHARUSUN