Ilustrasi kayu merbau. | | Berita Lingkungan

Wukirasari Janji Bayar Hak Ulayat Kayu Non Merbau di Bintuni

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com— Pada pertemuan yang digelar oleh masyarakat Kampung Wagura bersama pemerintah daerah terkait tuntutan hak ulayat hasil hutan, senin (9/1) lalu, tidak dihadiri oleh pihak perusahaan, PT. Wukirasari.

Menurut Sekda Teluk Bintuni, Wim Fymbay ketidakhadiran pihak perusahaan karena bertepatan dengan hari raya Imlek, sehingga pihak perusahaan mengirim surat permohonan untuk pengunduran undangan pertemuan.

“Pihak perusahaan mengirimkan surat permohonan pengunduran undangan pertemuan yang ditujukan kepada sekda, dimana mereka minta pertemuan pembahasan ini dilaksanakan pada hari Senin 16 Februari Jam 10 sampai selesai. Saya sudah lakukan konfirmasi, mereka minta ada pengertian dari kami bahwa penundaan ini terjadi karena pertama mereka berkompeten untuk menghadiri pertemuan dalam suasana hari raya Imlek. Selain itu mereka minta memberi waktu untuk menginventarisir semua persoalan yang ada,”ujarnya.

Meskipun tidak hadir dalam pertemuan, pihak perusahaan melalui surat yang dikirim ke Sekda berjanji akan melakukan pembayaran hak ulayat sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan penebangan hutan.

Dalam surat nomor : 009-E/WKS-Dir/Sekda-Penye/JKT/II/2015 tertanggal 6 Februari 2015, pihak perusahaan PT. Wukirasari akan menyelesaikan hak ulayat kayu (non merbau) yang belum dibayarkan. Dalam surat tersebut dikatakan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah kapal tiba dan muat seluruh kayu di logpond. Dan pihak perusahaan menjamin sebelum kapal berangkat, realisasi pembayaran akan dilaksanakan.

Hal senada juga diungkapkan Kaur Binops Reskrim, Iptu. Herman mewakili Kapolres Teluk Bintuni. Menurutnya pihak manager camp atau MPH PT. Wukirasari akan tetap membayarkan hak ulayat kayu sebanyak 20 ribu meter kubik. Namun manajemen pihak perusahaan mengupayakan SO (stok opname) yang ada tahun 2014 yang LHP terakhir Oktober sampai Desember dapat dikalkulasikan.

“Berapa volume kubikasi kayu yang ada baru di LHP kan sekaligus mau dibayarkan dengan yang 20 ribu. Itu penyampaian dari pihak managemen PT. Wukirasari,” kata Herman. Sementara menyangkut teknis pembayarannya, diakui pihak perusahaan belum memberikan konfirmasi lebih lanjut. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan