Policy WWF Indonesia Program Papua Herman Orisoe menyerahkan modul pendidikan lingkungan hidup kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang diterima Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Jakonias Sawaki mewakili Gubernur Papua Barat, Abraham O.Atururi Sabtu lalu di KM.Gorano Bintang.

WWF Serahkan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup ke Pemerintah Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Yayasan WWF Indonesia Program Papua menyerahkan modul pendidikan lingkungan hidup kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Penyerahan dilakukan oleh Policy WWF Indonesia Program Papua, Herman Orisoe kepada Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Jakonias Sawaki mewakili Gubernur Papua Barat, Abraham O.Atururi pada acara open boat KM. Gorano Bintang, Sabtu (17/10/2015).

“Kami berpikir bagaimana modul lingkungan hidup ini dapat dikembangkan dan diterima dalam kegiatan belajar mengajarm,” kata Herman.

Menurut Herman, modul ini telah dikoordinasikan kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua Barat. Ini berkaitan dengan substansi, standar, dan normatif pembelajaran.

Upaya ini untuk memberikan jaminan agar, modul ini dapat digunakan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama telah menerima modul ini untuk digunakan di tingkat sekolah dasar.

“Pemda Teluk Wondama siap mengalokasikan sejumlah dana untuk penggandaan, sehingga modul ini bisa didistribusikan ke sekolah-sekolah. Harapan kita juga, modul ini dapat diangkat ke Provinsi Papua Barat untuk bisa dipergunakan,” tuturnya.

Herman menambahkan, selain melaksanakan program pengembangan pendidikan lingkungan hidup, WWF juga melakukan program pemantauan ekosistem di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, dan penjangkauan desiminasi informasi.

Gubernur Abraham O. Atururi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Jakonias Sawaki, mengemukakan, keberadaan KM. Gorano Bintang berperan dalam penyampaian pesan konservasi.

“Diharapkan KM. Gorano Bintang dapat terus berlayar untuk ikut membantu menyiapkan generasi mendatang yang berwawasan lingkungan. Yang ikut menjaga eksistensi Papua Barat sebagai provinsi konservasi,” kata gubernur.

Perwakilan LPMP, Tuning Supryadi mengatakan, tampilan modul pendidikan lingkungan hidup yang disusun oleh WWF sangat baik dipakai bagi siswa sekolah dasar.

“LPMP telah memberikan rekomendasi penggunaan modul pembelajaran ini. Diharapkan ini dapat dipakai sebagai muatan lokal di provinsi Papua Barat,” paparnya.

Kata Tuning, selain ranah pembelajaran, seorang anak itu harus dibekali dengan ketrampilan dan sikap. Buku-buku pembelajaran saat ini lebih diarahkan kepada pengetahuan. Ini menjadi masalah, karena out put pendidikan dari segi pengetahuan memang hebat. Tetapi, sikap dan keterampilan tidak.

“Namun, buku yang disusun WWF ini sudah mengarah pada penanaman sikap spiritual, sosial sudah dicerminkan,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN|BUSTAM