Pascalina Jamlean

Yamlean: Tidak ada serbuan TKA di Papua Barat

Manokwari, Cahayapapua.com— Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memastikan bahwa tidak ada serbuan tenaga kerja asing (TKA) berskala besar di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Papua Barat, Paskalina Yamlean di Manokwari, Senin, mengatakan, saat ini jumlah TKA yang bekerja di Papua Barat hanya 246 orang. Mereka tersebar di wilayah Manokwari, Teluk Bintuni, Sorong dan Raja Ampat.

Ia mentebutkan, TKA yang masuk bekerja di perusahaan-perusahaan daerah tersebut wajib melalui prosedur. Pengawasan terus dilakikan secara intensif bersama Kantor Imigrasi.

“Jadi tidak ada serbuan TKA ke Papua Barat. Jumlahnya sejauh masih berada pada batas normal,” kata dia.

Menurutnya, jumlah TKA di PT SDIC Papua Cement Indonesia yang beroperasi di Manokwari telah berkurang. Kedepan jumlah TKA asal Thiongkok itu pun akan terus berkurang kareng proyek konstruksi di pabrik semen itu akan segera selesai.

Terkait pengawasan, pihaknya terus menggandeng kantor Imigrasi dan Instansi terkait lain. Hal itu dilakukan agar daerah tidak kecolongan.

Bila menemukan TKA yang bekerja menyalahi ketentuan, sebutnya, akan langsung diproses untuk dikembalikan ke negara asal.

‘’Koordinasi kerja antara Disnakertrans dengan Imgirasi sangat terjalin baik. Kami bekerja sesuai kewenangan kami,’’ ujarnya.

Paskalina mengutarakan, PT SDIC telah melakukan proses produksi bahkan sudah melakukan pemasaran di wilayah Papua Barat, Papua dan Maluku. Meskipun demikian, proyek konstruksi masih berlanjut untuk pembangunan hotel.

“Saat ini masih ada 126 orang TKA asal China bekerja di pabrik semen. Setelag konstruksi selesai, mereka akan dipulangka,” katanya.

Setelah proses konstruksi tuntas, lanjut Paskalina, TKA yang tersisa di perusahaan tersebut para manajer. Selanjutnya, secara bertahap akan dilakukan alih teknologi dari TKA kepada tenaga kerja lokal. |Toyiban

Leave a Reply

%d bloggers like this: