Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga.

Yan Renwarin tersangka korupsi dana KONI akan dijemput paksa

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Penyidik Polda Papua Barat bakal menjemput paksa tersangka korupsi anggaran pembangunan Kantor KONI Papua Barat, Yanuaris Renwarin yang diduga berada di Jakarta. 

“Tersangka Yan Renwarin sebelumnya dibantarkan dengan alasan sakit, makanya penyidik mengeluarkan penangguhan penahanan. Tapi karena masa penangguhan sudah berakhir, maka tersangka terpaksa akan dijemput paksa untuk ditahan,” ungkap Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga, Rabu (13/9).

Parlindungan mengatakan, sejauh ini penyidik sudah berupaya menghubungi tersangka, namun tidak kooperatif. Alhasil apabila tersangka tidak kembali dalam satu minggu ini, maka penyidik akan melakukan upaya jemput paksa.

“Sebagai ilustrasi kita tangguhkan penahanan selama 30 hari, namun dia beralasan sakit dengan dibuktikan surat kesehatan, tetapi masih ada sisa penahanan sehingga kita hendak mengemblikan tersangka ke tahanan,” terang Dirkrimsus.

Sebelumnya Polda Papua Barat telah melimpahkan kasus dugaan korupsi anggaran KONI Papua Barat senilai Rp 26,7 miliar dengan tersangka Yanuarius Renwarin ke Kejaksaan Tinggi Papua, Senin (4/9) pekan lalu. Saat ini kasus tersebut masuk tahap dua dengan agenda pemeriksaan barang bukti dan aset yang disita Polda Papua Barat, oleh penyidik Kejati. (mar) 

Tinggalkan Balasan