YLBH Manokwari

YLBH: Pelaksanakan CSR di Papua Barat belum maksimal

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Yayasan Lembaga Bantuan Hukum atau YLBH Papua Barat menilai pelaku usaha atau perusahaan belum maksimal dalam melaksanakan CSR atau Corporate Social Responsibility.

Direktur YLBH Papua Barat, Matheus Maryen, Minggu (17/9), mengatakan, Manokwari sebagai ibukota provinsi memiliki pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, dan hal ini kedepannya akan memicu timbulnya berbagai persoalan sosial.

Persoalan tersebut meliputi, meningkatnya angka kemiskinan, marginalisasi kalangan warga lokal baik secara sosial, budaya dan ekonomi serta meningkatnya angka kriminalitas yang dipengaruhi penyalahgunaan minuman keras, judi togel dan praktek kolusi, korupsi dan nepotisme atau KKN.

“Pertumbuhan jumlah penduduk juga pengaruhi ketersediaan lahan pemukiman, pangan serta terkikisnya lahan pekerjaan bagi Orang Asli Papua (OAP) dan tuntutan tinggi terhadap pelayanan publik di pemerintahan dan swasta,” ulasnya.

“Saya pikir semua pihak baik pemerintah dan swasta  bersama masyarakat harus bersinergi memiliki peran dalam pembangunan, peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kualitas bagi OAP serta perlindungan lingkungan hidup di Negeri ini,” ujar Maryen kepada Cahaya Papua.

Menurutnya, gubernur dan wakil Gubernur Papua Barat sesuai kewenangannya perlu menginisiasi pembentukan forum yang terkait dengan pelaksanaan CSR melibatkan BUMN,  BUMD dan BUMS atau badan usaha milik swasta.

“Perlu pembentukan konsorsium pengelolaan dana CSR yang melibatkan pihak terkait dan memiliki manejemen keuangan dan pelaksanaan program dan pengawasan CSR di Papua Barat,” usul dia.

Sekaitan dengan hal diatas, Maryen menilai pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota perlu belajar dari daerah lain yang sukses dalam membentuk forum CSR untuk membangun masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan hidup secara berkesinambungan.

CSR adalah suatu konsep bahwa organisasi atau perusahaan memiliki berbagai tanggungjawab terhadap seluruh pemangku kepentingan, diantarannya konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan.

Aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan berhubungan erat dangan pembangunan berkelanjutan. (mar) 

 

Tinggalkan Balasan