Sosialisasi deteksi dini kanker payudara Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YPKI) di Manokwari. Sosialisasi tersebut mengungkap sebagian besar pasien kanker baru berobat ketika sudah berada di stadium lanjut. Toyiban/Cahaya Papua

YPKI: Sebagian besar pasien berobat ketika sudah di stadium lanjut

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YPKI) menyambangi Provinsi Papua Barat mensosialisasikan pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker di daerah tersebut.

Ketua Umum YPKI, Linda Agum Gumelar pada kegiatan yang dilaksanakan di Manokwari, Selasa, mengatakan angka kasus kanker payudara di Indonesia cukup tinggi. Kasus penyakit ini lebih tinggi dibanding penyakit kanker lain.

Menurutnya, kasus kematian akibat kanker yang satu ini cukup besar. YPKI terus melakukan kampanye di 34 provinsi sebagai edukasi bagi masyarakat terutama perempuan agar lebih waspada.

“Selama ini sebagian besar pasien yang datang berobat saat kondisinya sudah pada stadium lanjut, sehingga resiko kematianya cukup besar. Berbeda jika masyarakat tahu dan ke dokter lebih awal, tentu resikonya lebih rendah bahkan bisa sembuh total,” kara Linda.

Ia mengutarakan, pertumbuhan sel kanker payudara cukup cepat. Masyarakat terutama kaum ibu diminta segera memeriksakan diri agar mendapat penanganan cepat dan tepat.

“Saat masih stadium awal tidak terasa sakit dan hampir tidak ada gejala. Pada masa ini, kemungkinan untuk sembuh sangat besar,” kata Linda seraya menyarankan masyarakat tidak menempuh cara lain selain penanganan medis.

Ia menyebutkan, YKPI saat ini telah memiliki rumah singgah di Jakarta Barat. Masyarakat yang ingin berobat ke Jakarta bisa menikmati fasilitas di rumah singgah tersebut.

“Kami menerapkan ongkos sewa hanya 15 ribu perhari. Ini memang kami sediakan untuk membantu masyarakat. Dari pada menginap di hotel lebih baik datang ke rumah singgah kami. Di sana juga ada staf kami yang siap jika ingin berkonsultasi, kebetulan dia juga pernah mengidap kanker payudara,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, persoalan terkait kasus kanker payudara yang saat ini terjadi di Indonesia adalah belum meratanya sosisalisasi.

“Selain itu, ada stigma bahwa kena kanker pasti meninggal. Itu tidak benar, tergantung kemauan atau semangat pasien. Harus dilawan dan atasi sejak dini,” katanya lagi.

Bagi pengidap, disarankan untuk terus berfikir positif serta optimistif bahwa penyakitnya bisa disembuhkan. Selain pencegahan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk membangun semangat dikalangan para pengidap.

Sosialisasi ini dilaksanakan bersama Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) serta Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI). Di sela kegiatan ini, tiga lembaga itu melakukan penandatangan nota kesepahaman kerja sama dalam rangka pencegahan penyakit tersebut di Papua Barat. |Toyiban

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: